Berita

Nasaruddin Umar/Net

Makna Spiritual Isra' Mi'raj (15)

Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (10): Tajafi Dan Tajalli

RABU, 25 APRIL 2018 | 09:27 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

TRANSFORMASI satu wu­jud ke wujud lain melalui dua proses, yaitu proses tajafi dan tajalli. Tajafi ada­lah transformasi satu wujud ke wujud lain dengan men­gurangi atau menyebab­kan hilangnya wujud asli. Sedangkan tajalli adalah transformasi satu wujud ke wujud lain tanpa mengubah atau mereduksi keaslian wujud pertama. Transformasi dari alam atas (al-'alam al-'ulwiyyah) ke alam bawah (al-'alam al-suf­la) melalui proses tajalli, karena keberadaan alam bawah tidak serta merta mereduksi atau menghilangkan keberadaan alam atas. Ini­lah yang dimaksud proses tajalli karena ke­beradaan wujud alam bawah tetap menyisi­hkan keberadaan alam-alam atas. Bahkan keberadaan alam bawah termasuk manusia dalam waktu bersamaan mewujud juga di alam-alam atas. Inilah yang disebut maratib al-wujud sebagaimana dijelaskan di dalam pem­bahasan terdahulu. Tidak ada wujud di dalam alam syahadah tanpa diawali dengan wujud yang sama di alam-alam atas. Dengan kata lain, wujud dan peristiwa yang terjadi di alam syahadah wujud dan kejadian serupa juga ter­jadi di alam-alam atas.

Di dalam Al-Qur'an proses tajafi dicontohkan di dalam ayat: Tatajafa junubuhum 'an al-mad­haji' yad'una Rabbahum khaufan wa thama’an wa mimma razaqnahum yunfiqun (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mer­eka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan ke­pada mereka. (Q.S. Al-Sajadah/32:16). Mak­sud ayat ini ialah orang yang sedang mening­galkan tempat tidurnya menuju ke tempat lain untuk berdoa. Setelah pindah (tajafi) dari tem­pat semula ke tempat lain maka tempat sem­ula menjadi kosong. Sedangkan proses tajalli dicontohkan di dalam ayat: Falamma tajalla Rabahu lil jabali ja'alahu dakkan wa kharra Musa sha'iqan. Falamma afaqa qala subhana­ka tubtu ilaika wa ana awwalul mu’minin (Tat­kala Tuhannya menampakkan diri kepada gu­nung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman/Q.S. Al- A’raf/7:143)." Maksud ayat ini ialah ketika Allah Swt menampakkan (tajalli) di atas gunung, bu­kan berarti Allah terbebas dari tempat lain.

Contoh konkret tajafi ialah ketika kita mem­bagi-bagikan laptop ke seluruh mahasiswa di kelas, boleh jadi laptop di kelas itu sudah habis dan kelas lain tidak memperoleh jatah. Sedangkan tajalli ibarat copy file yang diambil dari master di komputer. Copy bisa mengalir dari master tanpa harus menghilangkan data master. Contoh lain tajafi ialah isi dompet yang dibagi-bagikan kepada mahasiswa lama kela­maan isi dompet akan habis. Sedangkan con­toh tajalli ialah ilmu sang dosen yang diajarkan kepada seluruh mahasiswa tidak akan meng­habiskan ilmunya dosen.


Proses penciptaan makhluk oleh Allah Swt terjadi secara tajalli, meskipun segala sesuatu diciptakan Allah dari diri-Nya sendiri tetapi tidak akan penah keberadaan makluk mereduksi atau membebani diri-Nya karena keberadaan makhluk-Nya melalui proses tajalli. Ibarat 1000 cermin di depan suatu benda, benda itu akan terlihat sebanyak 1000 tanpa ada reduksi atau pengurangan sedikit pun dari benda asli. Inilah yang disebut Allah dalam Al-Qur’an: Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. (Q.S. Al-Hijr/15:21). Yang dimaksud khazanah di da­lam ayat ini ialah semacam “gudang” yang tak pernah kering, selalu berisi sekalipun selalu di ambil. 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya