Berita

M. Hatta Taliwang/Net

Politik

Tentang Capres Atau Cawapres Indonesia

SABTU, 21 APRIL 2018 | 10:50 WIB | OLEH: M. HATTA TALIWANG

MEDIA massa mainstream dan lembaga survei sesuai kepentingan dan arahan bosnya (pemilik modal) sepertinya "sekongkol" populerkan seseorang, lalu dengan itu yang dipopulerkan, digoreng-goreng hingga layak jadi capres atau cawapres.

Yang dipopulerkan dan digoreng-goreng itu ada yang punya partai ada yang tidak punya partai. Ada yang lumayan pengalaman politik, ada yang masih ingusan dalam politik praktis. Ada yang sedang punya jabatan di pemerintahan ada yang tidak punya jabatan. Ada yang relatif bersih ada yang diduga tersandera kasus.

Ada yang tidak jelas prestasinya dalam jabatan, ada yang belum berprestasi. Ada yang jelas komitmennya pada nasionalisme Indonesia sangat tinggi ada yang tidak jelas. Ada yang tampilannya asli ada yang tampilannya dikarang-karang. Ada yang trackrecord dalam perjuangan bela rakyat lumayan bagus, ada yang bahkan bersuara bela rakyat pun tidak.


Semoga yang terpilih:

Pertama, presidennya kader partai, wapresnya boleh kader partai boleh juga nonpartai.

Kedua, yang lumayan pengalaman politiknya.

Ketiga, yang sedang menjabat ataupun yang belum atau tidak menjabat di pemerintahan.

Keempat, yang jelas berprestasi dalam jabatan atau semasa menjabat.

Kelima, yang relatif bersih dan tidak tersandera oleh kemungkinan kasus korupsi.

Keenam, yang jelas komitmennya pada nasionalisme Indonesia bukan yang senang jadi jongos asing.

Ketujuh, yang tampilan sehari-harinya orisinil, bukan dibuat-buat. Karena yang orisinil itu lebih terjamin tidak munafik atau menipu.

Kedelapan, teruji dan terbukti sering bersuara dan bertindak untuk bela rakyat bangsa dan negara.

Kalau dipilih dengan sistem sekarang, demokrasi liberal 50+1, memang tidak bisa ditebak hasilnya.

Tapi kalau dipilih dengan sistem musyawarah mufakat seperti menurut UUD 1945 yang asli, relatif bisa terjamin, terpilih dengan delapan syarat minimal di atas. [***]

Penulis adalah Direktur Institut Soekarno Hatta (ISH)

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya