Berita

Foto: RMOL

Hukum

Koruptor Paling Takut Hak Politiknya Dicabut

Dukung PKPU Napi Nyaleg
KAMIS, 19 APRIL 2018 | 22:44 WIB | LAPORAN:

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti sepakat dengan rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) tentang pelarangan mantan narapidana (napi) kasus korupsi mencalonkan diri di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Ray menilai, wacana yang dihembuskan oleh KPU itu merupakan langkah nyata dari upaya mengakomodir kepentingan publik kebanyakan.

"Saya mendukung KPU dalam hal ini," tegasnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Fox Point Indonesia bertajuk 'Mantan Terpidana Korupsi dan Pencalonan Legislatif 2019' di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (19/4).


Pelarangan semacam itu sangat perlu. Sebab, mantan napi kasus korupsi kebanyakan tidak jera dengan hukuman atas kejahatan yang telah mereka perbuat karena menganggap dirinya hanyalah korban dari kesewenang-wenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Karena kalau dipenjara kan masih bisa dibanding, kita lihat mereka yang dipenjara sama KPK kalau sudah keluar selalu tersenyum dan menganggap mereka adalah pihak yang dizolimi KPK. Jadi kalau dipenjara itu mereka anggap sebagai ujian," katanya.

Satu-satunya jalan untuk membuat mantan napi kasus korupsi jera hanya dengan merampas seluruh harta benda. Termasuk, mencabut hak-hak politiknya.

"Mereka sangat ketakutan soal itu," demikian Ray. [sam]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya