Berita

Politik

DPP Golkar Didesak Nonaktifkan Ketua DPD Sumbar

SENIN, 16 APRIL 2018 | 23:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Musyarawah Daerah (Musda) ulang DPD Golkar Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) berakhir dengan kerusuhan di Kantor DPD Golkar Sumbar, Minggu (15/4).

Musda ini digelar oleh Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim untuk mengganti Kepengurusan Arrival Boy di Sijunjung.

Ketua bidang Media dan Penggalangan Opini DPD Golkar Sumbar Dedi Irawan tidak menampik jika musda ulang yang digelar ini penuh dengan kontroversi. Sebab, kata dia, musda itu tidak mengacu pada AD/ART partai dan mekanisme organisasi.


"Pengusulan musda dilakukan inisiatif pribadi Hendra Irwan Rahim karena tidak pernah dirapatkan dan dibicarakan di tingkat pengurus harian. Tindakan ini membuat perpecahan di tubuh Golkar Sumbar, yang membuat rasa solidaritas kabupaten/kota lain muncul, dengan datangnya ratusan kader ke kantor DPD I," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dedi menilai bahwa kader mulai kesal dengan gaya kepemimpinan Hendra yang memiliki agenda terselubung untuk kepentingan pribadi dan secara masif menghancurkan partai Golkar di Sumbar. Oleh karena itu, para kader secara spontan melampiaskan kekesalan dengan datang dan merusak kantor Golkar.

Lebih lanjut, Dedi menyayangkan perilaku Hendra Irawan Rahim yang selalu melakukan adu domba antar kader, otoriter dan abuse of power selama memimpin.

"Apalagi saat ini, Golkar sedang berjuang membawa partai kembali bermartabat. Tapi, ketua DPD justru mempermalukan Partai Golkar di Sumbar," tukasnya.

Atas alasan itu, Dedi meminta kepada DPP Golkar untuk mengambil langkah bijak dengan menonaktifkan Hendra. Menurutnya, hanya dengan begitu akan tercipta suasana kondusif di tubuh Golkar Sumbar,

"Supaya Golkar Sumbar juga bisa menyusun kembali strategi pemenangan partai di Sumbar," tutup Dedi. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya