Berita

Hasyim Asy'ari/RMOL

Politik

Dilaporkan PKPI, Hasyim Asy'ari: Berat, Biar Saya Saja...

SENIN, 16 APRIL 2018 | 19:31 WIB | LAPORAN:

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengaku siap menghadapi kemungkinan terburuk terkait laporan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ke Polda Metro Jaya (PMJ), Senin (16/4) sore. Menurut Hasyim, hal tersebut sudah menjadi resiko jabatannya sebagai Komisioner KPU.

"Saudara-saudara jurnalis. Terhadap pelaporan Sekjen PKPI terhadap saya ke PMJ, akan saya hadapi. Ini resiko jabatan. Saya bertanggung terhadap ucapan dan tindakan saya sebagai anggota KPU," tegas Hasyim melalui pesan singkat elektronik WhatsApp, Senin malam.

Bahkan, Hasyim juga sempat mencurahkan isi hatinya (curhat) ke akun twitter @hsym_asyari terkait laporan terhadap dirinya.


Khususnya, terkait tudingan penyebaran hoax alias kabar bohong yang dilaporkan oleh pihak PKPI ke PMJ. "Dilaporkan Itu Berat, Biar Saya Saja..." kicau Hasyim.

Dalam unggahannya, mantan Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah itu mencantumkan foto dirinya sambil memegang bukti laporan polisi. Laporan tersebut terigister dengan Nomor: TBL/2088/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal, 16 April 2018.

Pelapor Hasyim diketahui bernama Reinhard Halomon selaku kuasa hukum dari pihak PKPI. Kepada polisi, Reinhard melaporkan Hasyim terkait dugaan tindak pidana Pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Atas dasar laporan tersebut, Polisi menjerat dosen  Analisis Strategi Keamanan di Lemdiklat Polri itu dengan pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) Undang-undang (UU) RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 20008 tentang ITE dan atau pasal 310 dan atau pasal 311 KUHP.

Dasarnya, pihak PKPI menilai Hasyim telah menyebarkan kebohongan melalui terkait pernyataannya. Bahwa KPU akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan yang telah didapat oleh PKPI yang dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu 2019. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya