Berita

Politik

Skandal Century, Misbakhun: Tak Bisa Sembunyikan Bangkai Gajah Di Bawah Selimut

SENIN, 16 APRIL 2018 | 16:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

KPK tidak boleh mencla-mencle dalam menindaklanjuti putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memerintahkan KPK mentersangkakan Boediono, Muliaman Haddad, Raden Pardede dan kawan-kawan dalam bailout Bank Century.

"Tidak ada alasan KPK mengatakan masih harus mempelajari keputusan pengadilan. Ini kasus terang benderang. Tidak bisa menyembunyikan bangkai gajah di bawah selimut," kata anggota DPR yang juga salah satu insiator Pansus Hak Angket Century, Misbakhun, dalam diskusi Skandal Century bertemakan "Setelah Budiono Tersangka, Siapa Berikutnya?" di Hotel Century, Jakarta, Senin (16/4).

Lebih lanjut Misbakhun meminta tegaknya keadilan. Jangan hanya Budi Mulya yang dipenjara. Seharusnya ada tersangka lainnya karena kejahatan ini adalah kejahatan kolektif.


Misbakhun mengatakan perdebatan politik soal kasus Century sudah selesai. Kini saatnya penegak hukum bertindak.

"Buat apa ada perdebatan-perdebatan lagi, wong sudah jelas ini pelanggaran. KPK mau atau tidak (menindaklanjuti)?" ucap dia.

Dia mengungkapkan masalah Century sudah pasti menimbulkan kubu-kubuan. Namu dia menegaskan perdebatan politik sudah selesai dan kini masuk ranah hukum yang harus ditindak lanjuti oleh para penegak hukum.

"Ini mau kita bawa ke mana? Mau dituntaskan atau pura-pura dituntaskan. Cuma saya komitmen untuk dituntaskan setuntas-tuntasnya-tuntasnya," imbuh dia.

Ia meminta KPK tidak beralibi untuk tidak mau menindaklanjuti kasus Century dengan mengatakan butuh kajian.

"Ini sudah jelas semua, dulu kita di Pansus sudah bahas, sudah kaji dan sudah menyimpulkan bahwa ini pelanggaran hukum," pungkasnya.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya