Berita

Nasaruddin Umar/Net

Makna Spiritual Isra' Mi'raj (5)

Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (1): Al-Sair

SENIN, 16 APRIL 2018 | 10:18 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

PERJALANAN spiritual (spiritual journey) di dalam Al-Qur’an digunakan banyak is­tilah. Antara lain: Sair, safar, suluk, siyah, subul, thuruq, masya, dzahab, mishr, firar, kadh, rihl, khuruj, hijrah, sa'y, qashd, tanzil, taraqqi, dan mi’raj. Namun istilah-istilah tersebut tidak semuanya populer di dalam masyarakat kita.

Al-Sair berasal dari akar kata sara-yasir-sair, berarti menaiki, memanjat, meloncat, dan pergi. Kata sair paling sering digunakan di dalam Al-Qur'an, terulang tidak kurang dari 27 kali. Istilah sair banyak digunakan di dalam menggambar­kan perjalanan manusia ideal (al-insan al-kamil), yang biasa juga disebut madhhar al-Ijma', Nur Muhammad, Nufus al-Rahman, Jauhar dan istilah yang agak kurang pas 'Aql al-Awwal. Istilah al-Sair sebetulnya lebih merujuk kepada perjalanan spiritual untuk mencapai maqam lebih tinggi.

Contoh penggunaannya di dalam Al-Qur'an misalnya: Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mem­punyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Q.S. al-Hajj/22:46).


Dalam ayat lain disebutkan: Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (ke­pada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan ber­syukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". (Q.S. Saba’/34:18)

Dalam bahasa Arab dibedakan antara sara fi, sara ila, sara ‘ala, sara ‘an, dan sara ma'a. Ayat di atas menggunakan kata sara fi (afalam yasiru fi al-ard), yang secara kebahasaan berarti "maka apakah mereka tidak berjalan di dalam bumi." Namun Kementerian Agama menerjemahkan "di muka bumi." Dalam perspektif Tafsir Isyari kata al-ardh (bumi) dan al-nahar (siang) sering diartikan dunia lahir atau nyata dan al-sama' (langit) dan al-lail (malam) sering diartikan dengan dunia batin atau gaib. Dengan demikian, kita bisa mengartikan ayat di atas "maka apakah mereka tidak berjalan di dalam dunia nyata untuk mengambil pelajaran batin."

Dalam ayat di atas juga diisyaratkan adanya dua macam indera yakni indera lahir dan in­dera batin. Dalam ayat pertama di atas tegas dijelaskan: "Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." Istilah yang digunakan Al-Qur'an ialah ta'ma al-qulub al-lati fi alshudur. Seolah-olah kalbu itu memiliki mata. Dalam hadis juga pernah dikatakan: Idza ja’a al-bala' 'umya al-bashar (jika bala datang maka mata menjadi buta. Kata al-bashar sering diartikan dengan penglihatan batin, sedangkan alat penglihatan lahiriah ialah al-'ain.

Dalam ayat kedua di atas manusia diserukan agar menggunakan kedua inderanya di dalam melakukan perjalanan hudup. Orang yang hanya menggunakan indera lahiriah dalam menjalani kehidupan tidak bisa disebut perjalanan spiritual. Kombinasi kedua indera itulah yang melahirkan perjalanan spiritual. Dengan demikian, al-Sair dapat diartikan sebagai sebuah perjalanan hidup anak manusia di dalam menuju Tuhannya dengan menggunakan kombinasi indra lahiriah dan indera batiniah.

Manusia yang jarang menggunakan indera batinnya di dalam menjalani kehidupan terancam hidupnya akan merugi, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhiratnya kelak.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya