Berita

Nusantara

PILGUB KALTIM

Rusmadi-Safaruddin Bertekad Lakukan Transformasi Ekonomi

MINGGU, 15 APRIL 2018 | 22:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pasangan Rusmadi Wongso-Safaruddin (Rasa) bertekad melakukan transofmasi ekonomi di Kalimantan Timur. Tekad ini selaras dengan kondisi Kaltim yang diperkirakan tak bisa lagi mengandalkan sumber daya alam, minyak, gas dan batu bara sebagai lumbung pendapatan pada tahun 2030.

"Kita nggak perlu menggantungkan ekonomi daerah kita dengan batubara dan migas. Kasihan nanti, anak cucu kita ketika batubara habis dan migas habis," kata Rusmadi saat sosialisasi di Desa Keruang Paser Jaya Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser.

Bagi Rusmadi, sangat banyak potensi sektor lain yang bisa menggantikan sektor migas dan batubara untuk pertumbuhan ekonomi Kaltim. Rusmadi memberi contoh potensi ekonomi luasan perkebunan kelapa sawit yang mencapai 2,3 juta dimana 1,1 juta sudah ditanam sangat besar menyumbang kegiatan perekonomian Kaltim.


"Itu baru berbicara kebun sawit, belum lagi kita bicara potensi kebun lada, kebun karet sampai sektor pariwisata di Berau yang potensi ekonominya luar biasa bila digarap," jelas mantan Sekdaprov Kaltim ini seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (14/4).

Tugas terpenting akan dilakukannya, menurut Rusmadi, ketika terpilih menjadi Gubernur Kaltim, adalah membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dari sektor-sektor berpotensi mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kaltim.

"Yang penting bagi saya, menggerakkan sektor-sektor ekonomi di Kaltim. Agar terbuka lapangan kerja. Sehingga pengangguran berkurang dan dampaknya  kemiskinan bisa berkurang. Inilah tugas pemerintah," kata Rusmadi.

Rusmadi mengatakan sejak 10 tahun lalu sudah mendampingi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak untuk merencanakan dan merealisasi program tranformasi ekonomi.

Menurut dia banyak langkah pembangunan yang berhasil dilakukan namun masih banyak juga yang belum terlaksana.

"Sejak awal Pak Awang Faroek Ishak, guru saya, mendorong saya maju sebagai Gubernur Kaltim karena alasan ini. Melanjutkan program transformasi ekonomi Kaltim yang sudah kami laksanakan bersama," katanya.

Rusmadi yang diusung PDIP dan Hanura menyatakan, transformasi ekonomi dari yang semula bergantung sektor tambang ke sektor terbarukan, merupakan pekerjaan besar dan membutuhkan kesepakatan.

"Saya sanggup. Ini tantangan tugas seorang gubernur ke depan," tutur dia,

Pekerjaan besar yang telah dirintis Gubernur Awang Faroek Ishak terkait transformasi ekonomi Kaltim di antaranya adalah beroperasinya kawasan industri Kariangau, pembangunan jembatan Pulau Balang hingga akan beroperasi Bandara Samarinda Baru bulan Mei ini.

"Kemudian ada pelabuhan internasional Maloy Kutai Timur. Jalan tol dan pembangunan rel kereta api," ucapnya.

Walaupun banyak hambatan yang terjadi di lapangan, sehingga proyek pekerjaaan itu diantaranya seolah mandeg, tapi usmadi-Safaruddin akan memperjuangkan kembali.

Mendengar Rusmadi menjelaskan dengan detil rencananya jika kelak menjadi gubernur, sekitar 300-an orang yang hadir dalam sosialisasi tersebut memberi respon positif. Hadir antara lain tokoh masyarakat dari Paguyuban Jateng dan DIY di Paser, tokoh kerukunan dari suku Banjar dan tokoh adat Paser dan juga hiburan tarian budaya.

Di hadapan masyarakat, Rusmadi mengungkapkan dirinya akan melanjutkan program transformasi ekonomi Kaltim yang bergantung sektor batubara dan migas beralih ke sektor lain seperti pertanian dan pariwisata.

"Saat saya menjadi Kepala Bappeda Kaltim, ya soal tranformasi ekonomi ini pekerjaan sehari-hari saya. Kami harus merumuskan agar setiap program terukur," kata Rusmadi.

Rusmadi meminta doa dan dukungan kepada masyarakat, pada 27 Juni 2018, agar ia dan Safaruddin sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur bisa memenangkan Pilgub Kaltim. Sehingga, transformasi ekonomi dilakukannya bisa terlaksana.

"Inilah  yang saya akan lakukan (transformasi ekonomi). Jika masyarakat menghendaki saya menjadi Gubernur, Insya Allah, saya menang," kata Rusmadi.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya