Berita

Amien Rais/Net

Hukum

Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis

MINGGU, 15 APRIL 2018 | 19:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Langkah Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pernyataan ujaran kebencian terkait partai Allah dan partai setan dinilai sebagai langkah untuk membungkam Amien Rais yang selama ini dikenal kritis.

Selain itu, pelaporan tersebut sekaligus sebagai bentuk tekanan psikologis terhadap orang atau kelompok yang ingin melakukan kritik keras terhadap Pemerintah.

Demikian disampaikan Kordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat kepada redaksi, Minggu (15/4).


"Tindakan pelaporan Amien Rais ini kami nilai dilakukan untuk menekan dan menciptakan ketakutan kepada orang-orang yang ingin mengkritisi pemerintahan Joko Widodo," kata Amirullah.

Amirullah menyimpulkan demikian karena setelah dikaji alasan pelaporan terhadap Amien tidak kuat, hanya gara-gara stetmen partai Allah dan partai setan.

Jika polisi memproses pelaporan terhadap Amien Rais ini, kata Amirullah, Korsa yang keluar dari barisan pendukung Jokowi karena Jokowi ingkar janji, tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan mengkonsolidasikan semua kekuatan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan.

"Bahkan gerakan akan melebihi 212, sebab bila tindakan seperti ini dibiarkan maka akan sangat berbahaya bagi demokrasi dan kebebasan bicara di negeri ini," ujar tokoh muda Muhammadiyah ini.

Korsa sebagai paguyuban eks relawan Jokowi yang terlibat dalam memenangkan Joko Widodo pada Pilpres 2014, kecewa berat atas tindakan penegakan hukum di pemerintahan Jokowi, dimana penegakan hukum sebagai panglima mulai dikaburkan pelaksanaannya.

Hal itu dapat dilihat, menurut dia, dari kenyataan dimana bila kesalahan dilakukan kelompok yang berseberangan dengan pemerintah maka akan cepat diproses, bahkan terkesan dipaksakan sehingga menjurus kepada upaya kriminalisasi. Salah satu contoh penangkapan tokoh-tokoh bangsa dengan tuduhan makar.

"Melihat kondisi ini, Korsa mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memilih presiden baru pada Pilpres 2019 yang akan datang. Jika ingin mewujudkan hukum sebagai panglima dan hukum tegak dengan adil di negara ini," tegas Amirullah Hidayat.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya