Berita

Foto/Net

Bisnis

Bursa Efek Kena Getahnya

Perang Dagang AS-China Bikin Investor Wait & See
RABU, 11 APRIL 2018 | 10:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China memberikan dampak negatif bagi ekonomi Indonesia. Bursa efek pun kena getahnya. Banyak investor yang memilih wait and see.

 Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menegaskan, pasar tidak lesu karena perang dagang AS dengan China. Hanya saja pelaku pasar masih wait and see.

"Bukan pasar lesu, orang da­lam ketidakpastian itu menung­gu. Pasar itu selalu naik turun," ujar Tito di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.


Dia menganggap wajar wait and see yang dilakukan pelaku pasar. Sebab, dengan kondi­si seperti saat ini, segala ke­mungkinan masih bisa terjadi. Sehingga investor lebih terkesan hati-hati dalam menanamkan modalnya. "Mereka menunggu, bukan takut," cetusnya.

Tito mengatakan, pergerakan pasar modal Indonesia tengah fluktuatif. Meski begitu, kon­disinya masih baik, dan tidak perlu dikhawatirkan. Perubahan pada indeks banyak dikarenakan dampak ekonomi global, khusus­nya perang dagang AS-China.

Apalagi, lanjut Tito, perang dagang AS-China membuat negara besar lainnya menerap­kan kebijakan proteksionisme perdagangan. Dengan begitu, guncangan itu sangat berasa bagi pasar modal Indonesia.

"Yang menakutkan protek­sionisme, kalau global terganggu dengan kebijakan tiga negara besar. Tapi balik lagi ke kon­disi fundamental. Pertumbuhan emiten kita di atas 20 persen, produk kita masih bagus, itu yang membantu," jelasnya.

Untuk membuat investor lebih pasti, ada langkah khusus yang diberikan bursa. Di antaranya, memberikan informasi sejelas mungkin mengenai kondisi ekonomi domestik dan global saat ini. "Antisipasi, informasi kita bagikan, gimana gejolak di dunia harus tahu. Informasi ekonomi stabil, emiten bagus dan plus minus (persepsi) kita tidak pernah tahu," imbuh Tito.

Wakil Dewan Penasehat Ka­mar Dagang dan Industri (Ka­din) Chris Kanter mengatakan, secara tidak langsung perang dagang AS-China berdampak ke Indonesia. Khususnya dana yang masuk melalui pasar modal.

Chris menyebut, peran China dalam perdagangan dunia sangat besar. "Jadi dunia usaha jika melihat ada pertarungan dua raksasa pasti wait and see, melihat dampaknya seperti apa. Yang mestinya masuk, mereka tahan," ujarnya.

Selain dana dan investasi, Chris juga mengkhawatirkan upaya Negeri Panda mencari pasar alternatif karena harus menjual barang dagangannya.

"Biasanya kalau ada embargo, China banting harga. Bukan tidak mungkin banjirnya ke In­donesia. Itu kemungkinannya," ingatnya.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menam­bahkan, ekspektasi dicapainya kesepakatan atas perang dagang AS-China menopang pergerakan saham.

"Meski kekhawatiran perang da­gang Amerika dan China mereda, tapi bukan berarti isu tersebut hilang. investor diharapkan tetap waspada," pesan Nico.

Direktur Eksekutif ASEAN Study Center FISIP Universitas Indonesia (UI) Edy Prasetyono telah menduga bakal terjadi perang dagang AS dan China. Konflik ini terjadi, justu karena pemikiran Donald Trump. Meski begitu, ada pelajaran yang bisa diambil dari perseteruan itu.

Pertama, seluruh negara ter­masuk Indonesia harus memper­tahankan strategi keterbukaan, dan mewujudkan pembangunan melalui kerja sama multi arah. Kedua, mendukung dan menyem­purnakan kode etik internasional, termasuk sistem perdagangan internasional. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya