Berita

Politik

Industri Alkes Dan Farmasi Dalam Negeri Harus Digenjot

SELASA, 10 APRIL 2018 | 05:20 WIB | LAPORAN:

. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes) Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Untuk mengoptimalkan pelayanan itu, menurut dia, dua komponen utama yang perlu dijadikan sebagai perhatian adalah lengkapnya alat kesehatan dan obat-obatan.

"Pemerintah terus berupaya memberikan layanan optimal kepada kesehatan masyarakat secara merata dengan menggunakan alat kesehatan dan farmasi yang berkualitas dan memadai," tegas Maura di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (9/4).


Untuk itu, lanjut Maura, industri alat kesehatan dan obat-obatan dari dalam negeri pun harus turut ditumbuhkembangkan. Terlebih rumah sakit juga mulai menjamur di setiap kota-kota di negeri ini. Hal itu sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa saat ini, industri perkembangan industri alkes dan farmasi bisa dibilang cukup bagus. Dimana industri farmasi berbasis riset sudah mulai bekerja sama dengan perusahaan atau pabrikan lokal yang memang sudah memenuhi kualifikasi dan standar.

"Utamanya dari segi steril, yang dibutuhkan dengan mengutamakan keselamatan pasien," tandasnya.

Perwakilan dunia usaha bidang farmasi dan alat kesehatan, Eko Samdoyo mengakui bahwa hampir 90 persen dari 206 industri farmasi dan 95 industri alkes nasional masih mengandalkan barang impor. Padahal menurut dia, keberadaan barang impor itu justru bakal memberatkan masyarakat dan pemerintah sendiri yang memang getol ingin mensukseskan JKN.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa industri dalam negeri sangat siap untuk memproduksi sendiri, Salman didukung oleh perizinan yang tak berbelit-belit.

"Kami dari industri farmasi lokal siap memproduksi barang-barang dengan kualitas baik bila didukung perizinan," tegas Eko.

Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Unsrat Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan memgaku optimis bahwa industri farmasi dan alkes dalam negeri bisa berkembang.

"Tapi produk yang dihasilkan harus sesuai standar nasional maupun internasional," demikian Starry Rampengan. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya