Berita

Natalius Pigai/RMOL

Politik

Remehkan Kaos #GantiPresiden2019, Jokowi Lupa Jadi Presiden Karena Kemeja Kotak-kotak

SENIN, 09 APRIL 2018 | 18:57 WIB | LAPORAN:

Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai angkat bicara terkait pernyataan Presiden Joko Widodo dalam menanggapi kaos #GantiPresiden2019.

Menurutnya, Jokowi tidak boleh menganggap remeh persoalan kaos tersebut. Apalagi, Jokowi terpilih menjadi presiden RI dari kemeja kotak-kotak.

"Jokowi sendiri pun kaos kotak-kotak jadi jangan anggap kaos yang berbicara, tetapi itu semangat bagaimana mereka mengakumulasikan diri, menyatukan kehendak melalui simbol yang menyatakan bahwa kita sedang ingin mengganti presiden," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin, (9/4).


Pigai menjelaskan, tagar ataupun kaos #GantiPresiden2019 adalah tanda bahwa masyarakat sebagai pemegang kedaulatan menginginkan sosok presiden yang baru.

"Oleh karena itu kalau pemegang kedaulatan menyampaikan untuk ingin mengganti seorang presiden yang dulu pernah diberikan kedulatan dan menarik kembali memberikan pada orang lain itu merupakan hak asasi," jelasnya.

"Hak right to self determination. Hak untuk menentukan nasib, termasuk menentukan nasib pemimpin. Kenapa, kita memilih pemimpin tidak hanya untuk menjadikan dia jadi presiden tetapi menentukan arah perjalanan bangsa indonesia lima tahun ke depan," demikian Pigai.

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu memberikan komentar terkait kaos dan tagar #GantiPresiden2019. Dirinya menilai kaos tidak bisa turunkan presiden dan urusan mengganti presiden itu kedaulatan rakyat dan Allah SWT. [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya