Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Dongeng Parjiono Jumpa Harimau Sumatra

SENIN, 09 APRIL 2018 | 08:43 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KEPADA mahaguru kemanusiaan saya, Sandyawan Sumardi, saya menyampaikan prihatin atas angkara murka para politisi setelah terpilih oleh rakyat untuk duduk di tahta kekuasaan lazimnya berubah perilaku dari manusia biasa menjadi monster jadi-jadian yang tidak segan menindas bahkan mengorbankan rakyat demi kekuasaan secara sama sekali tidak sesuai sila Kemanusiaan Adil dan Beradab.

Alih-alih menghibur, Romo Sandy berkisah dongeng Parjiono jumpa harimau Sumatra.

Urbanisa
Parjiono, seorang pemuda berasal dari desa Gunung Gambar, Ngawen, Wonosari, Yogyakarta. Dengan pembiayaan susah-payah dari kedua orangtuanya yang petani sederhana, berhasil lulus sebagai sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Parjiono, seorang pemuda berasal dari desa Gunung Gambar, Ngawen, Wonosari, Yogyakarta. Dengan pembiayaan susah-payah dari kedua orangtuanya yang petani sederhana, berhasil lulus sebagai sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Parjiono sadar benar, Yogyakarta hampir muntah dengan jumlah sarjana pengangguran yang kian membeludak. Maka dua minggu setelah kelulusannya itu, dengan biaya yang dikumpulkan dari hasil penjualan panen daun singkong sebanyak tujuh mobil pick-up dari ladang kering orangtuanya, Parjiono langsung berangkat naik kereta api ekonomi mengadu nasib dengan cari kerja di ibukota Jakarta.

Keinginan untuk membalas budi kedua orangtuanya  serta rasa tanggungjawab terhadap ketiga adiknya yang masih duduk di SMA Wonosari dan Fakultas Pertanian di UGM, menyemangati anak muda sahaja ini urbanisasi ke Jakarta.

Namun kenyataan di Jakarta, lapangan kerja tidak semudah yang dibayangkannya maka terpaksa Parjiono melamar kerja di mana ada penawaran lapangan kerja tanpa peduli jenis kerja apa pun. Taman Safari membuka lowongan pekerjaan bagi laki-laki muda yang mau ditempatkan di bidang apa pun.  Maka  Parjiono bergegas naik bus menuju Kebun Binatang Taman Safari di daerah Puncak,  Jawa Barat.

Tanpa banyak cing-cong, Parjiono langsung melamar kerja. Siap ditempatkan di bidang apa pun, mana pun. Dan Parjiono juga langsung diterima oleh bagian SDM Taman Safari.  

Gorila

Parjiono kaget akibat ternyata tugasnya adalah memberi makan para gorila.   Dengan diantar seorang pawang gorila, terpaksa sambil gemetaran Parjiono membuka kandang komunitas monyet besar itu.

Aneh, kenapa gorilla-gorilla yang tadinya bersuara bersahut-sahutan, justru ketika Parjiono masuk kandang malah diam semua ? Bahkan mereka menyeringai semua ! Kegentaran Parjiono tak bisa ditutupi. Anak muda itu segera berbalik, lari tunggang-langgang keluar dari kandang raksana para gorila itu.

Sambil senyum-senyum sabar, pawang gorilla memaksa Parjiono untuk kembali memasuki kandang gorila itu dengan mengenakan pakaian gorilla yang sangat-sangat mirip. Dan sebelumnya Parjiono diajari terlebih dahulu cara celotehan, gerak-gerik, naik pohon, lompat dan berayun, termasuk perilaku cara makan pisang dan cara cari kutu para gorila! Dan benar.

Begitu Parjiono masuk lagi ke kandang, para gorila saling bercelotehan, bahkan semua gorila ibertepuk tangan! Menyadari adanya respon positif itu, Parjiono pun makin pamer keahliannya dalam  ikut naik-turun pohon, lompat sana-sini, dan berayun-ayun.

Harimau

Mabuk tepuk-tangan dan riuh-rendah pujian para gorila, akhirnya pada saat ayunan paling hebatnya dari ketinggian pohon satu ke pohon lainnya, Parjiono melambung terlalu tinggi. Akibatnya tubuh Parjiono terpental tinggi dan masuk ke kandang sebelah.

Jatuh di sudut kandang harimau Sumatra yang sangat besar dan garang! Harimau itu pun mengaum, menyeringai dan berjalan perlahan mendekati orang muda yang malang itu.

Wajah Parjiono jadi pucat-pasi, bibirnya membiru gemetar. Harimau itu justru semakin mendekat, mengendus-enduskan kumisnya. Maka menjeritlah Parjiono yang sedang berbusana gorila jadi-jadian begitu keras memelas: "Tolong, toloooong, aku manusiaaaa!"

Dan tiba-tiba harimau yang sedang membuka mulut dan menunjukkan taring-taring tajamnya itu, menghentikan terkamannya serta bersuara: "Huuush diam ! Tenanglah. Aku juga manusiaaa!" Dan harimau jadi-jadian itu segera bergegas mencopot busana jadi-jadiannya.

"Sudah terlalu lama aku menjadi harimau jadi-jadian yang menyeramkan ini. Aku sungguh rindu ingin menjadi manusia biasa kembali !"[***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya