Berita

Ilustrasi/Net

Politik

JELANG PILPRES 2019

Jokowi Butuh Cawapres Perempuan Sebagai Penyeimbang

SENIN, 09 APRIL 2018 | 05:38 WIB | LAPORAN:

Peran perempuan hari ini tidak lagi bisa dipisahkan dari dunia politik, kemajuan jaman telah merubah paradigma berpikir. Padahal, jika peran perempuan mau dikembangkan dengan baik, kaum perempuan bisa berperan jauh lebih maksimal dalam membangun bangsa lewat dunia politik.

Begitu dikatakan Ketua Umum Pemuda Indonesia Hebat, Rhuqby Adeana, kepada redaksi, Senin (9/4).

Menurut dia, ada beberapa contoh wanita hebat yang sekarang mencuri perhatian publik. Mulai dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini; Menko PMK, Puan Maharani; Menteri KKP, Susi Pujiastuti; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Jurnalis Najwa Shihab hingga tokoh agama, Yeni Wahid.


"Mereka sangat berprestasi di bidangnya masing masing. Peran perempuan yang, visioner, inovatif “multi-tasking” bisa sangat menguntungkan dalam dunia politik. Kaum perempuan bisa menyelesaikan masalah administrasi, menjalin komunikasi serta mencari solusi dalam waktu yang bersamaan,” jelasnya.

Dalam kacamata Rhuqby, perempuan lebih komunikatif dalam menyelesaikan masalah. Sifat perempuan yang tidak memendam dan cenderung terbuka menandakan bahwa perempuan bisa jujur dalam menyelesaikan masalah.

"Mayoritas persoalan masalah dalam politik saat ini adalah ketidak jujuran. Peran kaum perempuan sangatlah dibutuhkan untuk berlaku jujur dan lebih terbuka,” sambungnya.

Untuk itu, lanjut Rhuqby, ada baiknya Presiden Jokowi mempertimbangkan kaum perempuan untuk bisa menjadi pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Saya rasa penting ya untuk mengakomodir sosok perempuan dalam sebuah lembaga pemerintahan, atau bahkan pemimpin negara yang tentunya dalam hal ini mendampingi pak Jokowi pada pilpres mendatang. Karena saya melihat, selain generasi muda, beliau (Jokowi) juga membutuhkan perempuan sebagai penyeimbang," tandasnya. [sam]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya