Berita

Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Luhut Pandjaitan: Presiden Juga Manusia, Sah-Sah Saja Jengkel

MINGGU, 08 APRIL 2018 | 19:49 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo adalah seorang manusia. Karenanya sah-sah saja bila Jokowi jengkel. Begitu ditegaskan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal itu disampaikan Luhut menjawab kritikan atas pidato Jokowi di acara Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan di Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin malam.

Pidato Jokowi menimbulkan prokontra karena sempat disampaikan dengan nada tinggi. Dalam pidatonya Jokowi antara lain menanggapi Prabowo soal Indonesia bubar pada 2030, Kaos Ganti Presiden 2019 hingga berbagai tudingan yang menyudutkan dirinya.


Luhut menilai wajar pidato Presiden Jokowi tersebut.

"Ya memang aneh. Saya setuju kalau presiden agak jengkel, sah-sah saja kan beliau juga manusia," kata Luhut saat ditemui di acara Rakornas Bidang Kemaritiman DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu, (8/4)..

Luhut mencontohkan isu PKI yang dituduhkan ke Jokowi. Ia menyebut isu tersebut sangat tidak beralasan sama sekali karena sejak lahir Presiden Jokowi sudah dekat dengan Islam.

"Itu kan ketua komisi 1 kan temannya beliau di Solo, teman beliau dari kecil katanya dan mereka selalu bersama-sama sholat Jumat dan malah beliau bilang sama saya, saya aneh juga orang meragukan keislaman Pak Joko Widodo. Beliau (Jokowi) baru berumur 3 tahun waktu terjadinya peristiwa itu (pembubaran PKI)," papar Luhut

Luhut mengatakan justru Indonesia perlu bersyukur karena memiliki Presiden Jokowi. Jokowi katanya, pemimpin berani, bertanggung jawab, mau mengambil risiko, dan memiliki visi kedepan.

Bahkan, kata Luhut, Jokowi tidak mengaitkan bisnis pribadi dan keluarga dalam pemerintahan ini sekarang.

"Saya pikir rakyat jangan dibohongi dengan informasi-informasi yang tidak benar. Terus kita mau apa lagi, bahwa semua belum jadi bagus ya memang baru tiga setengah tahun. Kita butuh waktu lagi untuk memperbaiki ini dan itu sekarang sedang berjalan," tukas Luhut.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya