Berita

Tata Janeeta/Net

Blitz

Tata Janeeta, Sudah Dilegalkan Mehdi Zati

RABU, 28 MARET 2018 | 09:36 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah menikah secara resmi, Tata mengancam Zati agar tidak tergoda perempuan lain. Belum ada resepsi, karena Tata masih menabung dulu.

Kisah cinta Shinta Dewi alias Tata Janeeta sungguh berliku. Mulanya Tata menikah siri dengan Mehdi Zati pada 31 Juli 2014. Namun, keduanya belum melegalkan pernikahan itu secara hukum negara, akibat tersangkut masalah admin­istrasi. Selain itu, Tata sempat ditalak oleh Mehdi melalui sambungan telepon pada Januari 2017. Bule Iran itu pun mening­galkan Tata dan pergi dari rumah.

Kini beredar kabar mengejutkan. Mer­eka telah menikah kembali secara resmi. Sayangnya, tak terlihat ijab kabul yang digelar. Hanya saja, akun Instagram go­sip @lambe_turah mengunggah sebuah video Tata mengenakan gaun pengantin panjang berwarna putih lengkap dengan vielnya. Dalam rekaman tersebut, terlihat Tata keluar dari sebuah hotel dan masuk mobil se­dan warna hitam. Pelantun Sumpah I Love You ini terli­hat cantik dan ang­gun dengan rambut yang terurai.


Sementara Tata mengunggah foto di­rinya yang sedang me­meluk wanita berhijab masih memakai gaun pengantin. Terlihat air mata jatuh di pipi model 35 tahun asal Bandung ini. Adapun Zati mengunggah foto dirinya ke Instagram Story sedang menandatan­gani sebuah dokumen. Ia mengenakan kemeja putih dipadukan dengan jas abu-abu lengkap dengan dasi kupu-kupu.

Sempat dikecewakan, Tata tak mudah untuk percaya lagi pada Zati. Namun, ia tetap memberikan kesempatan kedua pada Mehdi. "Insyaallah ga akan berantem terus, tapi ga janji yaaa...," gurau eks per­sonel Dewi Dewi ini, suatu ketika.

Sebelum memberikan kesempatan kedua, pelantun Penipu Hati itu mengancam Zati agar tidak tergoda wanita lain. "Awas ya. Jangan tergoda bujuk rayu syaitan penggoda terkutuk. Ini saksi se-Indonesia Raya loh, catet," ceplos Tata.

Kabar pernikahan legal ini dibenarkan oleh sang adik yang juga manajer Tata, Rama. Menurutnya, acara akad nikah tersebut memang sengaja digelar secara tertutup.

"Intinya sekarang sudah sah lah di negara dan agama. Sudah sah negara, direstui orang tua juga. Dulu kan sempat ada juga mungkin mama saya kurang ini, sekarang sudah klir, sudah aman," ungkap Rama ketika dihubungi, kemarin.

"Tata sudah senang, keluarga juga sudah senang. Terus sekarang ada yang jagain Tata juga, bukan saya lagi yang jagain. Dulu kan saya yang sering jagain. Jadi sekarang saya yang bebas, ha-ha-ha,"  sambungnya.

Proses akad nikah itu pun digelar secara sederhana dan hanya di­hadiri ke­luarga kedua belah pihak. Orang tua Tata yang selama ini tinggal di Bandung juga langsung berangkat ke Jakarta.

"Keluarga dari orang tua dateng, kelu­arga dari Mehdi juga dateng. Aku juga kan ada kerjaan, jadi nggak ikut. Cuma ada ibu sama bapak aku," katanya.

Menurut Rama, Tata dan Mehdi juga berencana membuat resepsi pernikahan. Namun ia belum tahu kapan pelantun Sang Penggoda dan Zati menggelar pesta pernikahan. "Pasti ada. Cuma Tatanya lagi nabung-nabung dulu. Tata juga kan tulang punggung keluarga, bukan pribadi aja yang diurusin. Ibu bapak saya juga. Kebetulan saya kan juga adiknya juga. Kita sering dibantu Tata. Untuk sekarang ijab kabul dulu aja. Resepsinya mungkin nanti," tuturnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya