Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo: Tidak Anti Asing, Gerindra Hanya Tidak Mau Indonesia Dirampok

KAMIS, 22 MARET 2018 | 22:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum DPP Gerindra menegaskan bahwa dirinya tidak anti dengan asing. Hanya saja, Gerindra tidak mau kekayaan alam Indonesia dirampok oleh pihak asing.  

"Oh saya tidak anti, kita tidak anti asing, kita mau bersahabat dengan asing, tapi kita tidak mau dirampok, tidak mau dipecundangi asing," tegas Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Penegasan itu disampaikan Prabowo Subianto dalam menanggapi kritik bahwa dirinya dan Gerindra tidak konsisten. Sebab, konsistensi Gerindra menyuarakan narasi anti asing dinilai bertolak belakang dengan sikap Prabowo yang sempat merujuk kajian negara asing dalam pidato.


Prabowo kemudian menjelaskan pidatonya tentang Indonesia bubar tahun 2030 yang menyadur kajian asing. Menurutnya, prediksi asing itu ia sampaikan agar rakyat Indonesia tidak bodoh dan tetap mempertahankan kehormatan bangsa.

"Ini kewajiban kita, kewajiban saya, sebagai pemimpin saya harus bicara. Jadi bukan kita anti asing, kita mau bersahabat sama asing, kita butuh asing. Tapi kita jangan terlalu lugu, jangan kita biarkan kekayaan kita diambil dan elit kita diem, santai aja gitu loh," tegasnya.

Jurubicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest menyebut pidato Prabowo itu telah mengikis kredibilitas Gerindra. Sebab, kajian asing yang digunakan Prabowo bertolak belakang dengan sikap Gerindra yang selalu menggunakan narasi anti asing.

"Tidak masuk akal bila Gerindra mengakui validitas dan kredibilitas laporan negara asing tersebut. Alih-alih ingin membakar semangat kadernya, penggunaan informasi asing di muka mimbar ini justru dapat membuat publik bertanya-tanya tentang konsistensi Gerindra terhadap wacana 'anti-asing' yang sering mereka suarakan," sindir Ernest, Rabu (21/3). [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya