Berita

Taiwan/Net

Dunia

China Harus Persiapkan Aksi Militer Untuk Taiwan

KAMIS, 22 MARET 2018 | 10:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Koran yang dikelola pemerintah China pada Kamis (22/3) mempublikasikan artikel yang menyebut bahwa China harus mempersiapkan aksi militer atas Taiwan yang memerintah sendiri, dan menekan Washington atas kerja sama Korea Utara, setelah Amerika Serikat mengesahkan undang-undang untuk meningkatkan hubungan dengan Taiwan.

Beijing diketahui marah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani undang-undang pekan lalu yang mendorong Amerika Serikat untuk mengirim pejabat senior ke Taiwan untuk bertemu rekan Taiwan dan sebaliknya.

China mengklaim Taiwan sebagai miliknya dan menganggap pulau yang diperintah sendiri sebagai provinsi yang tidak patuh.


Surat kabar Global Times mengatakan dalam editorial China harus "membalas" terhadap hukum.

"China dapat menekan Amerika Serikat di bidang kerjasama bilateral lainnya, misalnya, masalah Semenanjung Korea dan masalah nuklir Iran. China juga dapat mengatur dirinya sendiri melawan Amerika Serikat di organisasi internasional seperti PBB," begitu bunyi editorial tersebut.

"Daratan juga harus mempersiapkan diri untuk bentrokan militer langsung di Selat Taiwan. Perlu diperjelas bahwa eskalasi pertukaran resmi Amerika Serikat-Taiwan akan membawa konsekuensi serius bagi Taiwan," tambah editorial tersebut.

"Surat kabar ini telah menyarankan bahwa daratan dapat mengirim pesawat militer dan kapal perang melintasi garis tengah Straits Taiwan. Ini dapat dilaksanakan secara bertahap tergantung pada situasi lintas-Selat," tambahnya seperti dimuat Reuters.

Pulau ini adalah salah satu masalah paling sensitif di China dan potensi titik nyala militer. Menggarisbawahi ancaman itu, Taiwan mengirim kapal dan pesawat terbang sebelumnya pada Rabu untuk membayangi kelompok kapal induk China melalui Selat Taiwan yang sempit, kata kementerian pertahanannya.

Global Times mengatakan itu adalah kesalahpahaman untuk berpikir bahwa "unifikasi damai" akan menjadi proses yang harmonis dan bahagia.

"Tongkat lebih penting daripada bunga di jalan menuju reunifikasi damai," katanya.

Permusuhan China terhadap Taiwan telah meningkat sejak pemilihan Presiden Tsai Ing-wen tahun 2016, seorang anggota Partai Progresif Demokrat pro kemerdekaan di pulau itu.

China mencurigai Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi, yang akan melanggar batas merah bagi para pemimpin Partai Komunis di Beijing, meskipun Tsai telah mengatakan dia ingin mempertahankan status quo dan berkomitmen untuk memastikan perdamaian. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya