Berita

PM Malaysia, Najib Razak/CNA

Global

Jelang Pemilu, Parlemen Siapkan RUU Kontroversial Soal Berita Palsu

KAMIS, 22 MARET 2018 | 09:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kabinet Malaysia menyetujui RUU kontroversial untuk menangkis berita palsu dan rencana untuk menaruhnya di parlemen pekan depan. RUU ini dibuat di tengah kekhawatiran dari oposisi bahwa aturan tersebut akan digunakan untuk menindak tegas perbedaan pendapat menjelang pemungutan suara.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (21 Maret), Menteri di Kantor Perdana Menteri Azalina Othman mengatakan bahwa RUU tersebut mengirim pesan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi ketika menyangkut masalah ketertiban umum dan keamanan nasional.

"RUU ini dirancang untuk kepentingan masyarakat umum untuk melindungi orang-orang dari berita palsu dan menjadi korban berita palsu," katanya.


"Namun, RUU itu tidak membatasi hak atas kebebasan berekspresi orang-orang sebagaimana diatur di bawah konstitusi federal dengan cara apa pun," sambungnya seperti dimuat Channel News Asia.

Dia menambahkan bahwa akan ada sesi briefing untuk anggota parlemen dari koalisi yang berkuasa Barisan Nasional serta dari oposisi dalam waktu dekat.

RUU itu menjadi kontroversi karena kubu yang mengkritik mempertanyakan perlunya RUU, dengan para pembela hak asasi manusia khawatir hal itu dapat melanggar kebebasan berbicara.

Pihak oposisi yakin bahwa dengan pemilihan umum pada bulan Agustus, pemerintah mendorong RUU untuk keuntungannya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya