Berita

Foto/Net

Bisnis

Pemerintah Kudu Ngerem Ngutang

4 Ribu Triliun Kapan Lunasnya
SENIN, 19 MARET 2018 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Utang pemerintah hingga Februari 2018 tembus Rp 4.034,8 triliun.

Besarnya utang tersebut menjadi sorotan banyak kalangan. Selain besaran kenaikan utang tidak sebanding dengan kenaikan penerimaan negara, belakangan ini nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Eksekutif Cen­ter for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, kon­disi saat ini memang se­dang tidak menguntung­kan untuk Indonesia. Ingin membangun infrastruktur tetapi tidak memiliki uang. Akhirnya mengandalkan utang.


"Jumlah utang tentu bisa terus meningkat ke depan. Dan tentu memiliki risiko kemampuan bayar. Pemerintah harus segera mengu­kur dan memproyeksikan pendapatan pajak. Juga harus mengukur output dari hasil pembangunan," kata Yustinus kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pe­kan.

Selain itu, lanjut Yusti­nus, pemerintah harus menghitung dengan cer­mat kebutuhan rill belanja produktivitas.

Dia menyarankan, pemerintah untuk ngerem berutang jika penerimaan negara belum maksimal. Apalagi rupiah sedang me­lemah.

Direktur Strategi dan Portfolio Utang Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Ke­menkeu Schneider Siahaan mengatakan, utang sebe­sar Rp 4.000 triliun bisa saja dilunasi dalam kurun waktu delapan tahun, jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) surplus Rp 500 triliunan setahun.

"Kalau ditanya kapan lunas? Tergantung politi­cal, kalau bisa bikin budget kita surplus Rp 500 triliun setahun, (artinya) kalau penerimaan pajak Rp 1.800 triliun kita potong (Rp 500 triliun untuk membayar utang) jadi Rp 1.300 triliun (untuk belanja). Jadi bagi saja, kan itu bisa delapan tahun. Tergantung dari politik anggaran," kata Schneider.

Schneider meyakinkan utang dalam posisi yang aman, lantaran pendapatan nasional cukup besar. Hal itu tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai Rp 13.798 triliun. Menurutnya, untuk melihat besaran utang harus dilihat penghasilannya.

Dia menyebutkan rasio utang pemerintah terhadap PDB tercatat rendah yaitu 29,2 persen. Jumlah itu masih di bawah batas yang diizinkan Undang-Undang Keuangan Negara yaitu 60 persen Jumlah utang In­donesia berdasarkan rasio lebih rendah. Disebutkan­nya, rasio utang Vietnam mencapai 63,4 persen, Thailand 41,8 persen, Ma­laysia 52,7 persen, Brazil 81,2 persen, Nikaragua 35,1 persen, dan Irlandia 72,8 persen. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya