Berita

Foto/Net

Hukum

Perangi Hoaks Jangan Cuma Rame Di Mulut

JUMAT, 16 MARET 2018 | 09:36 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RMOL. Elite-elite politik dan kekua­saan diminta berhenti mem­produksi informasi bohong yang memecah belah anak bangsa. Perang terhadap hoaks harus terus digalakkan, lan­taran efeknya kian negatif bagi masa depan bangsa.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi DKI Jakarta Gusti Arief menyampaikan, masyarakat, khususnya kaum muda harus sadar bahwa hoaks sangat berimplikasi negatif bagi pembangunan masa depan anak muda ke depan.

Karena itu, dia meminta agar para elite politik untuk tidak memainkan hoaks serta mengajak melakukan perang terhadap bahaya hoaks.


"Jangan karena kepentin­gan segelintir elit, masyarakat kita terus dipermainkan dengan hoaks. Hoaks itu memecah be­lah anak-anak bangsa,"  tuturnya, saat menjadi pembicara Diskusi Publik dan Deklarasi Pemuda Jakarta Melawan Hoaks, Hate Speech Serta Perang Terhadap Narkoba, di Jakarta Barat.

Gusti mengatakan, sangat banyak efek buruk yang dit­imbulkan hoaks bagi kalan­gan muda Indonesia. Selain bisa merusak hubungan ko­munikasi dan sosial, hoaks juga menghambat anak-anak muda melangkah dan berkarya untuk berprestasi bagi masa depannya.

Dia pun berharap agar aparat hukum tegas dalam memerangi hoaks. Menurut Gusti, sejum­lah isu negatif dan kepentingan segelintir elit politik yang dikelola sangat berpotensi merusak hubungan masyarakat lewat hoaks.

Sementara praktisi media massa Jhon Roy P Siregar menyampaikan, dalam meng­konsumsi informasi dan berita, masyarakat diharapkan bisa memverifikasi terlebih dahulu informasi dengan obyektif.

Memang, lanjutnya, dengan kemajuan teknologi infor­masi dan akses yang sangat luas, bisa membuat anggota masyarakat terjebak dalam massifikasi informasi yang belum terverifikasi.

"Khususnya di kalangan muda yang lebih banyak mengakses dan mempergunakan alat teknologi komunikasi dan informasi, mesti beru­paya mencerna setiap infor­masi, mengkonfrontirnya, atau melakukan konfirmasi dan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga tidak terjebak dengan hoaks," tutur Jhon.

Dijelaskannya, aparat penegak hukum juga memiliki fungsi yang tidak kecil dalam memerangi hoaks. Selain su­dah ada sejumlah instrumen hukum, berupa peraturan dan perundang-undangan, aparatur negara harus hadir mewujud­kan penyediaan informasi yang terbuka dan transparan bagi masyarakat.

Sedangkan Kepala Satuan Intelijen (Kasat Intel) Polres Jakarta Barat AKBP Museni menyampaikan, dalam proses penindakan tindak pidana beru­pa hoaks dan hate speech, aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif.

Peranan kaum muda pun, jelasnya, sangat penting un­tuk memerangi pemecah bela bangsa lewat hoaks itu. "Kami di Kepolisian melakukan prosespenyelidikan, penyidi­kan hingga P21. Setiap apara­tur hukum memiliki tupoksin­ya masing-masing. Yang pasti, pendekatan dan pemecah belah akibat hoaks harus kita perangi bersama," tuturnya.

Museni mengingatkan, agar masyarakat membangun ke­percayaan sesama anggota masyarakat dan aparat hukum dalam memerangi hoaks. "Kita tidak mau bangsa kita saling mencurigai dan memecah belah. Kita tegakkan hukum dan berperang dengan berbagai kejahatan, termasuk kejahatan hoaks," pungkasnya. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya