Berita

Trump-Kim/Net

Jaya Suprana

Kim Dan Trump

JUMAT, 09 MARET 2018 | 09:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SETELAH delegasi olahragawan dan regu pesorak Korea Utara ikut serta Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan, menyusul delegasi pimpinan Korsel resmi berkunjung ke Pyongyang untuk berjumpa langsung dengan pimpinan tertinggi Korut, Kim Jong Un.

Bersejarah

Dalam pertemuan bersejarah di ibukota Korea Utara itu, Kim Jong Un menegaskan siap menunda peluncuran ujicoba misil nuklir bahkan siap berjumpa dengan musuh paling bebuyutan yaitu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


Dari Pyongyang, kemudian delegasi pimpinan Korsel ke Washington untuk menyampaikan uluran tangan perdamaian Kim ke Trump. Ternyata Donald Trump juga melunak dengan penegasan bahwa siap berjumpa dengan musuh bebuyutan dirinya yaitu Kim Jong Un.

Bersatu Kembali

Dari rentetan peristiwa bersejarah itu, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya negara yang disebut sebagai Korea Utara ingin bersatu kembali dengan negara saudara kandung mereka yang disebut sebagai Korea Selatan.

Bangsa Korea seperti halnya bangsa Vietnam dan Jerman memang berhasrat untuk bersatu kembali setelah terpecah belah akibat politik campur tangan bangsa-bangsa asing seperti yang kini sedang juga terjadi pada kemelut Suriah dan Yemen.

Perdamaian

Di samping itu dari sikap positif dan konstruktif Kim dan Trump, dapat pula disimpulkan bahwa kedua tokoh pimpinan negara dan bangsa yang sedang asyik berseteru itu sebenarnya lebih mendambakan perdamaian ketimbang peperangan.

Kedua tokoh pimpinan tersebut sama-sama mendambakan perdamaian bukan hanya untuk kepentingan Korea Utara atau Amerika Serikat namun untuk kepentingan segenap umat manusia di planet bumi masa kini dan masa depan.

Apabila pecah perang antara Korut dan AS yang rawan berkembang menjadi Perang Dunia III maka yang paling dirugikan adalah umat manusia dan yang paling diuntungkan adalah industri senjata yang omset pemasarannya langsung meningkat apabila pecah perang.

Nobel

Maka kini nasib umat manusia di planet bumi berada di tangan Kim dan Trump. Apabila kedua beliau akhirnya benar-benar nyata menjalin perdamaian maka merupakan kesempatan bagi panitia anugerah penghargaan Nobel yang telah sempat keliru menganugerahkan penghargaan Nobel kepada Aung San Syu Ki untuk memperbaiki citra kekeliruan.

Apabila Kim dan Trump berhasil membuktikan semangat perdamaian mereka masing-masing dengan berkenan menghentikan angkara murka permusuhan antar mereka berdua, maka sungguh tidak alasan tersisa bagi panitia anugerah penghargaan Nobel untuk tidak mempersembahkan anugerah Nobel untuk perdamaian kepada Kim dan Trump. [***]

Penulis adalah pembelajar geopolitik dunia yang mendambakan perdamaian dunia

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya