Berita

Foto/Kemnaker

Kemnaker Gandeng Wall Street English

Asah Kemampuan Bahasa Inggris Pekerja Migran
KAMIS, 08 MARET 2018 | 17:45 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus meningkatkan komitmen di bidang  kualitas pekerja migran, salah satunya melatih kemampuan berbahasa Inggris.

Untuk merealisasikannya, Kemnaker menjalin kerjasama dengan Wall Street English, sebuah lembaga bahasa Inggris terkemuka.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Bambang Satrio Lelono usai melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Wall Street English, Kamis (8/3).


"Tujuan kerjasama yaitu untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris pekerja migran Indonesia (PMI). Dengan bahasa Inggris yang bagus, saya harap para PMI mampu bersaing di kancah global," katanya.

Bambang mengakui, salah satu kelemahan pekerja migran Indonesai ada di bahasa. Padahal, kemampuan teknis berbahasa ini, untuk menempatkan PMI itu mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain.

"Kita masih kalah di bidang bahasa, tapi di bidang hospitality kita jauh unggul di banding negara lain," ujar Bambang.

Menurut Bambang, notakesepahaman saat ini, setelah sebalumnya pihak Kemnaker dan Wall Street English melakukan uji coba kerja sama pada tahun 2017.

"Wall Street English sudah mengunjungi beberapa balai latihan kerja Kemnaker dan menentukan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung sebagai pilot project," tuturnya.

Bambang berharap, Wall Street English dapat menerapkan metode pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan, sehingga para peserta akan tertarik dan mudah menyerap materi pembelajaran.

Sementara itu, International CEO Wall Street English David Kedwards mengungkapkan, pada dasarnya Wall Street English memiliki kesamaan misi dengan pemerintah, yakni untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui bahasa.

"Metode yang kami gunakan adalah dengan mengombinasikan budaya Indonesia dengan materi yang kita berikan, sehingga akan mudah diterima," kata David.

Selain itu, untuk memenuhi standar Bahas Inggris global, Wall Street English memiliki pengajar yang berasal dari berbagai negara.

"Kami memiliki pengajar dari negara-negara yang Bahasa Inggrisnya diakui secara global, yakni dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru," ujar David. [dzk]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya