Berita

Perbatasan maritim Australia dan Timor Leste/BBC

Dunia

Australia Dan Timor Leste Teken Kesepakatan Perbatasan Maritim Bersejarah

RABU, 07 MARET 2018 | 11:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia dan Timor Leste menandatangani sebuah perjanjian bersejarah mengenai perbatasan maritim permanen di Laut Timor pekan ini.

Kesepakatan tersebut mengakhiri perselisihan satu dekade antara tetangga mengenai hak atas cadangan minyak dan gas laut yang kaya.

Timor Leste yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia itu saat ini akan memperoleh sebagian besar pendapatan di masa masa depan dari cadangan minyak dan gas laut.


Kedua perwakilan negara menandatangani kesepakatan di markas PBB di New York, setelah perundingan di pengadilan arbitrase internasional.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memuji visi dan tekad kedua negara dalam mencapai kesepakatan tersebut.

Diketahui bahwa setelah Timor Leste memperoleh kemerdekaan dari Indonesia pada tahun 2002, tidak ada batasan maritim permanen yang didirikan antara Australia dan negara tersebut.

Sebaliknya, kedua belah pihak sepakat mengenai batas sementara, namun Timor Leste kemudian mengemukakan bahwa kesepakatan telah dipaksakan secara tidak adil terhadap mereka.

Pihak Timor Leste percaya bahwa tetangganya yang lebih kuat memiliki akses yang tidak adil terhadap ladang minyak dan gas yang diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar.

Kemudian pada tahun 2016, Timor Leste memperebutkan pengaturan di Pengadilan Permanen Arbitrase di Den Haag. Mediasi antara negara-negara diakhiri pekan lalu.

Dalam kesepakatan baru, ditetapkan perbatasan maritim di tengah jalan antara negara-negara, sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Australia telah mendorong perbatasan di tepi landas kontinennya, yang akan membuat perbatasan lebih dekat ke Timor Leste.

Kesepakatan baru tersebut berarti Timor Leste akan menerima setidaknya 70 persen ladang minyak terbesar, Greater Sunrise, yang bernilai sekitar 40 miliar dolar AS. Sebelumnya, pendapatan dibagi rata antara kedua negara.

Selain itu, Australia akan kehilangan yurisdiksinya di ladang minyak yang saat ini dimiliki oleh kedua negara.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan negaranya memiliki kepentingan abadi dalam kemakmuran Timor Leste dan mengakui perjanjian tersebut sebagai langkah penting.

"Sebagai teman baik dan tetangga dekat, kami ingin Timor Leste dapat mencapai potensi ekonominya," katanya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya