Berita

Foto: Repro

Politik

Prof. Steve Henke: Soeharto Tahu Dirinya akan Digulingkan IMF

SELASA, 06 MARET 2018 | 08:10 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Tahun 1997 dan 1998, Asia termasuk Indonesia dilanda krisis moneter yang dalam waktu cepat berubah menjadi krisis ekonomi. Di Indonesia, krisis ekonomi ini berubah menjadi krisis politik yang puncaknya adalah pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998.

Penasihat ekonomi Soeharto kala itu, Prof. Steve Henke, mengatakan, Soeharto tahu bahwa dirinya ingin dijatuhkan oleh kekuatan besar dengan menggunakan tangan International Monetary Fund (IMF).

Pernyataan Steve Henke itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.


"Peran IMF dalam krisis keuangan Asia atas perintah Presiden AS Bill Clinton untuk mendestabilisasi Indonesia dan menjatuhkan Soeharto," tulis Prof. Henke lewat akun Twitternya @Steve_henke menjawab pertanyaa Fadli Zon yang juga disampaikan lewat akun Twitter @faldizon.

Fadli Zon kembali membalas twit itu.

"Terima kasih banyak Prof. Jadi IMF adalah alat politik untuk memperburuk krisis ekonomi sebagai pengkondisian untuk perubahan regim di Indonesia," tulisnya.

Prof. Henke membenarkan. Katanya, AS dan IMF berusaha menjatuhkan Soeharto dan mereka berhasil.

"Sebagai kepala penasihat, saya bertemu dengannya (Soeharto) setiap malam. Dia tahu benar permainan besar apa yang sedang terjadi," jawab Prof. Henke lagi.

Pada tanggal 15 Januari 1998, Soeharto menandatangani Letter of Intent (LOI) di hadapan Managing Director IMF Michel Camdessus yang melipat kedua tangannya di dada, memperlihatkan sikap sebagai penguasa. [dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya