Berita

Hassan Rouhani/Net

Dunia

Presiden Iran Dan Perancis Bahas Kesepakatan Nuklir Dan Ghouta Timur Via Telepon

SENIN, 05 MARET 2018 | 12:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Perancis Emmanuel Macron, telah membahas perkembangan terakhir terkait kesepakatan nuklir Iran dengan kelompok negara P5 + 1 dan situasi saat ini di Ghouta Timur Suriah melalui sambungan telepon akhir pekan kemarin.

Keduanya bercakap pada malam kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian ke Teheran untuk mengadakan pembicaraan dengan pejabat senior Iran.

Selama pembicaraan telepon, Rouhani memuji pendirian Prancis pada kesepakatan nuklir 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Dia juga mendesak semua pihak yang terlibat untuk tetap berkomitmen terhadap kewajiban mereka berdasarkan kesepakatan tersebut.


"Teheran akan tetap berkomitmen terhadap usahanya selama pihak lawan menerapkan JCPOA," kata Rouhani seperti dimuat Press TV.

Diketahui bahwa Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yakni Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia dan China  ditambah Jerman menandatangani perjanjian nuklir tersebut pada tanggal 14 Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada tanggal 16 Januari 2016. Perjanjian itu dikenal juga dengan kesepakatan P5 + 1.

Di bawah JCPOA, Iran melakukan pembatasan program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Teheran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berulang kali menggambarkan JCPOA, yang dinegosiasikan di bawah pendahulunya, Barack Obama, sebagai transaksi terburuk dan paling sepihak yang pernah dilakukan Washington.

Trump pada 12 Januari dengan enggan setuju untuk membebaskan sanksi terhadap Iran yang diangkat sebagai bagian dari kesepakatan penting, namun mengatakan bahwa ini adalah saat terakhir dia mengeluarkan pengabaian tersebut kecuali jika kondisinya terpenuhi. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya