Berita

Dunia

Pemangkasan Anggaran, Hanya Setengah Jet Tempur Jerman Yang Siap Digunakan

RABU, 28 FEBRUARI 2018 | 09:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kurang dari separuh kapal selam dan pesawat tempur Jerman siap untuk digunakan.

Hal itu karena kurangnya suku cadang serta cacatnya kualitas armada pada saat operasi meningkat.

Kementerian Pertahanan Jerman dalam sebuah laporan setebal 106 halaman menunjukkan soal kesiapan yang "tidak memuaskan" dari sistem senjata utama Jerman. Laporan itu disampaikan parlemen awal pekan ini.


Laporan ini sekaligus mengkonfirmasi inti dari laporan parlemen yang dikeluarkan pekan lalu yang menyebutkan kesenjangan besar dan terus-menerus dalam personil militer dan peralatannya.

Laporan tersebut mengatakan bahwa kesiapannya membaik secara perlahan, dengan 550 senjata lagi tersedia pada tahun 2017 daripada di tahun 2014. Namun, lebih banyak waktu dan uang dibutuhkan untuk pulih dari beberapa dekade pemotongan belanja militer.

"Kami akan membutuhkan dana lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang sehingga Bundeswehr (angkatan bersenjata) dapat menyelesaikan misi dan tugas yang diberikan parlemen," kata Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen seperti dimuat Reuters.

Jika disetujui, koalisi pemerintahan baru akan menambah 10 miliar euro untuk anggaran militer selama empat tahun ke depan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya