Berita

Iklan permintaan maaf KFC/Net

Global

KFC Bikin Iklan Aneh tentang Krisis Pasokan Ayam Di Inggris

SABTU, 24 FEBRUARI 2018 | 10:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rantai makanan cepat saji ternama dunia KFC mengeluarkan permintaan maaf setelah krisis pengiriman membuat ratusan gerainya di Inggris tutup sementara karena kekurangan pasokan ayam.

Setelah menerima keluhan dari banyak pihak soal masalah tersebut, pihak KFC membuat iklan permintaan maaf yang unik di surat kabar Inggris pekan ini.

Permintaan maaf ini menampilkan sebuah ember KFC yang biasa digunakan untuk menampung ayam KFC, namun dalam keadaan kosong dengan simbol KFC namun tulisan yang muncul adalah "FCK" dan bukan "KFC".


Iklan ini menarik simpati banyak warganet Inggris.

Seseorang menggambarkannya sebagai "permintaan maaf yang sempurna".

"Ini lucu sekali! Apakah sumpah sekarang diterima sebagai bagian dari bahasa Inggris resmi?" komentar salah satu warganet seperti dimuat Daily Mail.

Badan Standar Periklanan Inggris mengatakan belum menerima keluhan tentang iklan permintaan maaf KFC tersebut.

Secara keseluruhan, iklan surat kabar berbunyi: "Kami minta maaf. Restoran ayam tanpa ayam. Permintaan maaf besar kepada pelanggan kami, terutama mereka yang melakukan perjalanan keluar untuk menemukan kami ditutup. Dan terima kasih tanpa henti kepada anggota tim KFC dan mitra waralaba kami karena bekerja tanpa lelah untuk memperbaiki situasi," begitu bunyi iklan itu.

"Sudah seminggu sekali, tapi kita membuat kemajuan, dan setiap hari semakin banyak ayam segar dikirim ke restoran kita. Terima kasih sudah ikut dengan kami," masih kata keterangan yang sama. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya