Berita

Budi Waseso/Net

Politik

Buwas Digadang-gadang Jadi Jaksa Agung Baru

JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 01:53 WIB | LAPORAN:

. Anggota Komisi III DPR Adies Kadir kecewa berat dengan kinerja Jaksa Agung HM. Prasetyo yang terkesan mengulur-ulur waktu eksekusi gelombang IV untuk para gembong narkoba terpidana mati yang sudah berkuatan hukum tetap.

Dia pun meminta Prasetyo dicopot. Sebagai gantinya, dia menyodorkan nama Budi Waseso (Buwas) yang akan pensiun dari jabatan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Maret nanti.

Menurut Adies, kebijakan Prasetyo menulur-ulur eksekusi mati berdampak buruk pada perang melawan narkoba. Akibat kebijakan itu, sindikat internasional tidak takut lagi untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Buktinya, sepanjang Februari ini, ada 2,6 ton sabu diselundupkan ke Indonesia dan berhasil disergap di perairan Kepulauan Riau.


"Jadi, harus berani tegas. Wong kita sekarang berperang lawan narkoba. Coba, berapa lama lagi ini dia janji mau esekekusi. Kita butuh ketegasan Jaksa Agung," ucap politisi Golkar ini, Kamis (22/2).

Adies mengaku tidak mengerti dengan sikap lembek Prasetyo. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah dengan tegas menyatakan tidak ada ampun bagi para bandar.

"Apa pula yang dia takuti. Mestinya, Jaksa Agung itu tegas. Kalau sudah inkracht, dihukum mati saja, tunggu apalagi. Kalau tidak bernyali, kita ganti saja Jaksa Agung ini," cetusnya.

Dia memandang, Buwas sosok yang tepat untuk menduduki posisi Jaksa Agung. Dia yakin, di tangan Buwas, Kejaksaan Agung bakal lebih tegas terhadap gembong narkoba. Sebab, selama di BNN, Buwas menyatakan tidak ragu menembak mati bandar narkoba yang melawan atau melarikan diri saat ditangkap.

"Masalah pengedaran narkoba ini sudah sangat serius. Tidak bisa lagi main-main. Kalau perlu (Presiden) angkat Buwas jadi Jaksa Agung, biar dihukum mati para penjahat-penjahat narkoba itu," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM. Prasetyo menyatakan perlu kehati-hatian dalam mengambil kebijakan melaksanakan eksekusi mati.

"Eksekusi mati bukan sesuatu hal yang menyenangkan, tapi harus dilaksanakan. Saya tidak bisa menyampaikan terbuka di sini, kenapa kok belum lagi dilaksanakan eksekusi," kata Prasetyo di sela jumpa pers penganugerahan gelar doktor honoris causa (HC) dari Universitas Diponegoro, Semarang, Rabu kemarin.

Dia pun berjanji akan tetap melaksanakan eksekusi mati tersebut.

"Eksekusi tetap dilaksanakan. Hanya, waktunya yang belum bisa saya jelaskan di sini karena banyak hal lain yang jadi pertimbangan kita," ucap mantan politisi Nasdem itu. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya