Berita

Foto/Kemnaker

Indonesia Dorong OKI Perhatikan Nasib Pekerja Palestina

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 23:31 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah Indonesia meminta kepada anggota OKI membantu memikirkan nasib pekerja Palestina pasca keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaannya di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Permintaan itu disampaikan dalam forum pertemuan para Menteri Ketenagakerjaan negara anggota Organisasi Konferensi Islam disingkat OKI di Jeddah, Arab Saudi.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri dalam pertemuan dengan para menteri Ketenagakerjaan anggota OKI, Kamis, (22/2).


Menurut Hanif, keputusan pemidahan kedutaan dan pengakuan  Yerusalem sebagai ibukota Israel tersebut berdampak pada stabilitas politik dan keamanan Palestina, termasuk keamanan para pekerja.

“Sebagai bentuk solidaritas, sudah semestinya para anggota OKI ikut memikirkan nasib pekerja Palastina. Masalah keamanan dengan menjauhkan pekerja dan mendapatkan pekerjaan yak layak atau decent work,” katanya.

Dengan pemindahan ibukota Israel itu, kata Hanif sangat menghambat para pekerja, terutama pekerja kalangan muda Palestina dalam menjalankan pekerjaannya.

“Indonesia menyampaikan rasa simpati terhadap pekerja di Palestina. Indonesia konsisten mendukung perjuangan dan kedaulatan Palestina sehingga para pekerja memperoleh pekerjaan yang layak”.

Indonesia juga lanjut Hanif, meminta kepada organisasi buruh dunia (ILO) dan bank pembangunan Islam (IDB) turut memikirkan terciptanya kondisi pekerjaan yang layak bagi pekerja Palestina.

Dalam forum kali ini OKI belum merespons lebih jauh permintaan Palestina. Namun pernyataan Menteri Hanif telah menegaskan sikap politik Presiden Joko Widodo yang konsisten mendukung kedaulatan Palestina dan perdamaian di kawasan tersebut.

Pada 21-22 Februari 2018, para Menteri Ketenagakerjaan negara anggota OKI menggelar konferensi di Jeddah. Konferensi ke-4 ini mengambil tema Developing a common strategy for menpower development. [dzk]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya