Berita

Adies Kadir/RMOL

Politik

Bila Perlu Bandar Narkoba Ditembak Mati Di Tempat

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 02:34 WIB | LAPORAN:

. Tim Gabungan Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Satgas Khusus Polri, dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan sabu sebanyak 1,6 ton di Kepulauan Riau, Selasa kemarin (20/2).

Sebelumnya, pada 7 Februari lalu, TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap kapal asing Sunrise Glory yang membawa 1 ton sabu, juga di Kepulauan Riau.

Anggota Komisi III DPR Adies Kadir mengatakan banyaknya narkoba yang diselundupkan itu menunjukkan bahwa bandar-bandar dunia telah menjadikan Indonesia sebagai pasar besar.


Untuk mengantisipasinya, negara wajib bertindak lebih tegas lagi. Bila perlu, para bandar yang ditangkap ditembak mati di tempat. Tujuannya, agar mereka tidak lagi berani memasukkan narkoba ke negeri ini.

"Fenomena (penangkapan narkoba yang jumlah besar) ini sudah dua kali ditemukan di Perairan Anambas. Ini menunjukkan negara ini sudah menjadi sasaran empuk para bandar dan mafia narkoba kelas dunia," ucap politisi Golkar ini, Rabu (21/2).

Kata Adies, tidak bisa dipungkiri bahwa para bandar ini selalu mencari jalan untuk memasukkan narkoba ke Indonesia melalui jalur-jalur tikus di perbatasan, baik melalui darat, laut, maupun udara.

Untuk itu, dia mendukung setiap kebijakan yang diambil TNI, BNN, Kepolisian, Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, dan lembaga terkait untuk meredam masuknya narkoba dari jalur tikus ini.

"Sebab, ini tidak bisa dianggap enteng lagi. Sudah darurat narkoba ini. Jadi, pemerintah harus berikan perhatian ekstra pada pemberantasan narkoba. Jangan cuma menangkap pengedar-pengedarnya yang kecil-kecil, tapi juga buru bandar-bandar besarnya. Harus dicari itu," tegas dia.

Mengenai gembong narkoba terpidana mati, Adies satu suara dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Dia ingin para gembong itu segera dieksekusi. Kejaksaan Agung jangan lagi menunda-nunda eksekusi itu.

Baca: Ketua DPR: Eksekusi Mati Bandar Narkoba Harus Terus Dilakukan

"Perangi narkoba jangan tanggung-tanggung. Kalau perlu dananya, kami (DPR) tambah. Pengedar jangan diberi ampun. Ditembak mati saja atau diberi hukuman mati. (Sebab), kita sekarang jadi sasaran mereka," tandasnya. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya