Berita

Iklan selamat tahun baru Imlek dengan gambar ayam di surat kabar Malaysia/BBC

Global

Pasang Iklan Imlek Dengan Gambar Ayam, Kementerian Perdagangan Minta Maaf

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 | 07:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Malaysia mendapatkan banyak kritik setelah mengeluarkan iklan satu halaman penuh di surat kabar untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Pasalnya, iklan tersebut menampilkan seekor ayam jantan. Padahal, tahun ayam berdasarkan zodiak Cina baru saja berakhir dan berganti dengan tahun anjing.

Iklan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan Malaysia itu menjadi sorotan masyarakat setempat.


Di Facebook, seperti dimuat BBC, sejumlah pengguna mengatakan bahwa iklan tersebut menunjukkan kebodohan dan memalukan, serta memicu rasa malu nasional.

Menanggapi hal tersebut, pihak kementerian mengeluarkan permintaan maaf atas kesalahan teknis yang terjadi.

Surat kabar berbahasa Inggris di Malaysia, The Star mengutip ketua biro kerukunan agama Asosiasi China Malaysia yang mengatakan beberapa orang mencoba membuat orang China marah atas kesalahan sederhana.

"Setelah permintaan maaf, kesalahan itu terlupakan dan tidak ada kesal besar di kalangan masyarakat China karena orang Tionghoa banyak pragmatis dan santai," kata Datuk Seri Ti Lian Ker kepada surat kabar tersebut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya