Berita

Antasari Azhar/Net

Wawancara

WAWANCARA

Antasari Azhar: Saya Didatangi Untuk Konsultasi Hukum, Meski Saya Bukan Lawyer

SELASA, 13 FEBRUARI 2018 | 12:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengacara terdakwa kasus korupsi E-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya dipolisikan oleh bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), lantaran diduga memfitnah SBY setelah menyebut Presiden ke-6 itu mengintervensi proyek e-KTP.

Menghadapi laporan itu, Firman buru-buru membentuk tim pengacara. Boyamin Saiman ditunjuk jadi koordinator. Sampai di sini masih belum tercium aroma perseteruan lama. Nuansa perseteruan lama baru terci­um setelah Boyamin meminta Antasari Azhar menjadi penasi­hat tim hukum Firman Wijaya.

Di mata publik, Antasari dan SBY boleh dibilang seteru lama. Terakhir, satu hari jelang hari H pencoblosan Pilkada DKI Jakarta Februari 2017 lalu, Antasari 'menembak' SBY dengan men­gatakan, saat menjadi ketua KPK dulu, ketika menangani kasus korupsi besan SBY, Aulia Pohan, dia pernah dilobi SBY secara tidak langsung melalui bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Pesannya adalah agar Antasari tidak menahan Aulia.


Banyak kalangan menilai, 'tembakan' Antasari itu berhasil menurunkan suara putra SBY, Agus Yudhoyono yang pada Pilkada DKI Jakarta maju seba­gai cagub. Agus pun terjungkal di putaran pertama.

Kini, meski tidak langsung, Antasari tampil lagi dalam pusa­ran kasus terkait SBY, sebagai penasihat tim hukum Firman Wijaya. Apa sih motivasi utama Antasari hingga mau menjadi penasihat tim hukum Firman Wijaya? Apakah perkara ini akan digunakan Antasari untuk membuka perseteruan lama dia dengan SBY? Berikut penjelasan Antasari Azhar kepada Rakyat Merdeka.

Apa alasan Anda bersedia menjadi penasihat tim pengacara Firman Wijaya?
Begini, suatu ketika tepatnya lima hari yang lalu (Rabu 7/2) Boyamin Saiman telepon saya untuk menginformasikan bahwa dia akan menjadi lawyernya Firman. Boyamin itu menel­pon saya lantaran dia tengah mejalankan profesinya, meng­ingat dia masih terikat dengan saya. Dia nampaknya hanya ingin pamit sementara ini un­tuk mengurusi perkara Firman. Saya bilang ke Boyamin kalau begitu tidak ada masalah. Lalu Boyamin bicara lagi ke saya, tapi kalau misalnya saya dim­intakan pendapat soal penan­gaan (perkara Firman Wijaya) bagaimana? Maka saya jawab silakan tidak apa-apa. Jadi, hanya bertemu dan berbicara soal itu saja kok.

Analis politik menilai kepu­tusan Anda itu atas dasar pesanan dari partai atau orang tertentu?
Tidak ada partai-partaian. Boyamin saja secara pribadi karena pernah mendampingi kasus saya, maka kami kerap berdiskusi. Nah, dari situ dia tertarik mengajak saya. Ya, kata saya silakan. Saya kerap kok didatangi orang untuk konsul­tasi hukum, meski saya bukan lawyer. Jadi apa salahnya saya membagi ilmu kepada seseorang yang membutuhkan.

Spekulasi lain, Anda setuju menjadi penasihat tim pengac­ara Firman lantaran kasus yang ditangani Boyamin ini terkait dengan SBY?

Itu kan kebetulan saja. Kebetulan pers juga senang ada polemik seperti itu kan.

Anda sudah mempertim­bangkan secara mendalam?

Kamu ingin menggiring saya ya bahwa polemik ini sudah direncanakan? Tidak begitulah.

Tapi bukankah saat Pilkada Jakarta, Anda tiba-tiba saja duduk menjadi pendukung Ahok dan 'menembak' SBY, satu hari jelang hari H pencoblosan hingga banyak kalangan menilai suara Agus Yudhoyono anjlok. Kini Anda menjadi penasihat tim pengacara Firman yang berperkara dengan SBY. Anda sepertinya senang sekali berh­adapan dengan SBY ya?

Tidaklah, sekarang saya sudah selesai, cukup menjalani hidup di akhir tua ini. Saya mau tenang. Kenapa harus beribut-beribut soal itu. Kepentingan saya apa gaduh-gaduh. Saat Boyamin menghubungi saya, konteksnya hanya pamit ke saya.

Etika profesi advokat itu kan memang demikian. Kalau se­dang menangani perkara ses­eorang, terus orang lain minta untuk menangani kasusnya, maka harus pamit sama klien yang awal. Memang Boyamin bicara ke saya masukan soal pidana Firman. Saya jawab tidak apa-apa silakan diskusi dengan saya, kebetulan saya kenal baik dengan Firman.

Apa Anda masih berupaya ingin mengungkap dalang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang menyeret Anda masuk penjara?
Tidak adalah, kan polisi sudah menghentikan (kasus Nasrudin Zulkarnaen). Sudah saya hargai sikap kepolisian.

Oh ya saat jumpa pers be­berapa hari lalu, SBY men­gungkapkan, sebelum Mirwan Amir bersaksi di persidangan Setya Novanto, ada pertemuan antara Firman, Mirwan ber­sama sejumlah orang lainnya, apakah Anda ikut juga dalam pertemuan itu?
Itu hanya desas-desus. Desas desus perlu dibuktikan, ada tidak. Kalau saya merasa tidak, saya tidak kenal dengan Mirwan Amir, saya tidak pernah ber­temu dengan Firman. Saya terakhir bertemu Firman ketika dia menyambut saya bebas dari penjara. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya