Berita

Foto/Net

Properti

Taspen Gaet BTN & REI Sediakan KPR Pensiunan

Harga Rumah Naik Terus
SELASA, 13 FEBRUARI 2018 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Akses layanan kredit pemili­kan rumah (KPR) bagi para pen­siunan sangat sempit. Jika ada peluang untuk memperlebarnya, maka dibutuhkan fasilitas pem­biayaan dengan tenor panjang, guna memudahkan pensiunan memiliki rumah.

Data dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) pada 2016, terdapat 960 ribu orang dari 4,5 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia masih belum memiliki hunian karena banyak faktor. Contohnya adalah kendala finansial dan lokasi hunian yang jauh dari kata strategis.

Alhasil, PT Taspen Persero se­bagai salah satu tabungan pensiu­nan menggandeng beberapa in­stansi seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan organisasi Real Estate Indo­nesia (REI) dalam pembiayaan rumah bagi pensiunan.


Direktur Utama PT Taspen Persero Iqbal Latanro menga­takan, tiap tahun, harga rumah selalu mengalami kenaikan, sementara penghasilan tidak banyak berubah. Untuk itu diper­lukan skema yang tepat dalam memberikan pembiayaan KPR bagi para peserta pensiunan.

"Saat ini total peserta pen­siunan Taspen mencapai 6,7 juta. Sekitar 4,2 juta peserta aktif dan sisanya 2,5 peserta pensiunan non aktif. Mereka ini perlu dibantu agar bisa punya rumah," kata Iqbal di acara penandatangan kerja sama penyediaan hunian bagi peserta Taspen di seluruh Indonesia di Jakarta, kemarin.

Iqbal mengatakan, dalam kesepakatan tersebut, peserta Taspen yang dapat mencicil hunian adalah Peserta Taspen yang masih aktif, peserta Taspen yang akan memasuki masa pen­siun dan yang telah pensiun.

"Kabar bahagia untuk para peserta Taspen adalah, dengan adanya kerja sama ini cicilan dapat dilakukan hingga pada saat mereka telah memasuki masa pensiun, sehingga dapat meringankan beban cicilan peserta tiap bulannya," tutur Iqbal.

Menurut pria asal Makassar ini, perjanjian tersebut meru­pakan langkah Taspen mendu­kung percepatan perkembangan ekonomi, melalui peningkatkan kesejahteraan peserta Taspen dalam penyediaan hunian.

Dalam perjanjian kerja sama ini, Taspen bertanggung jawab akan informasi dan data peserta yang membutuhkan hunian atau berminat memiliki hunian yang layak. Kemudian, Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) sebagai anak perusahaan Taspen serta BTN menyediakan fasilitas kredit atau pembiayaan kepada peserta untuk membeli hunian dari pihak pengembang anggota REI.

"Kita kasih dua pilihan. Kalau mau bayar uang muka dengan kredit yang panjang, fasilitasnya ada di BTN. Tapi kalau tidak ada uang muka tapi angsuran agak tinggi, itu tersedia di Bank Mantap. Pilihan ini bebas bagi para pensiunan," jelas Iqbal.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Maryono berharap, dari jumlah 6,7 peserta pensiunan Taspen, dapat digarap semua dalam penyediaan KPR bagi pensiunan. Menurutnya, Taspen dan peserta Taspen merupakan mitra strategis bagi BTN untuk meningkatkan penyaluran KPR.

Apalagi dari 6,7 peserta Taspen, ada sebagian yang sudah masuk menjadi nasabah BTN.

"Tak hanya KPR saja, nanti pensiunan sudah sejahtera dan punya rumah, kita fasilitasi pera­botan dan lainnya, kita juga bisa berikan pinjaman lainnya. Jadi peserta Taspen tak ada hambatan miliki rumah. Mau umur 25-60 pun bisa beli rumah," tegasnya.

Maryono melanjutkan, mela­lui kerja sama ini perseroan bisa menambah dana murah maupun fee based income. "Misalnya dengan nasabah 6,7 juta ini rata-rata nasabah menabung Rp 1 juta, kira-kira minimal Rp 670 miliar dengan sekitar dana itulah menambah dana murah dan fee based income," terangnya.

Kerja sama dengan Taspen, lanjut Maryono, membuka pe­luang yang lebih luas untuk produk dan layanan perbankan seperti deposito, cash manage­ment, payroll dan sebagainya.

Dalam PKS tersebut, BTN menyediakan fasiltas pembi­ayaan hunian atau rumah yang dibangun oleh pengembang yang menjadi anggota REI, dalam kondisi rumah jadi atau apartemen jadi, ataupun rumah indent serta apartement indent.

"Calon nasabah BTN yang akan menikmati fasilitas pembiayaan KPR dengan suku bunga kredit yang terjangkau, di antaranya suku bunga kredit 8 persen fixed selama 3 tahun dan suku bunga sebesar 9 persen berlaku fixed selama 5 tahun," tuturnya.

Ketua REI Sulaiman Su­mawinata menambahkan, se­banyak 4 ribu anggota REI siap memberikan hunian bagi peserta pensiunan. REI bersedia menye­diakan lokasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mulai dari KPR dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahaan (FLPP) hingga ru­mah seharga Rp 3 miliar.

"REI tersebar di seluruh in­donesia, di mana pun kami siap membangunan. Asal ada reko­mendasi dari Taspen, kami siap. Tahun ini kita menargetkan 250 ribu rumah bersubsidi dan 200 ribu rumah nonsubsidi bakal ter­bangun termasuk penyediaan bagi pensiunan," pungkasnya.  ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya