Berita

Politik

Pengamat: DPR Ingin Jadi Lembaga Super Body

SELASA, 13 FEBRUARI 2018 | 11:00 WIB | LAPORAN:

. Revisi UU MD3 telah rampung meski ada interupsi dan aksi walk out dari dua fraksi yakni PPP dan Partai Nasdem.

Pengamat politik dari Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai revisi UU MD3 tentunya menguntungkan anggota DPR di Parlemen, mengingat merekalah yang membuat UU tersebut.

Salah satunya, revisi pada pasal 245 tentang pemeriksaan anggota DPR yang terlibat tindak pidana. Pada 2015, ketentuan pemeriksaan atas seizin Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dibatalkan konstitusi sehingga kembali atas seizin presiden.


Namun DPR dalam revisi kali ini menambahkan ketentuan pertimbangan MKD sebelum presiden memberi izin. Tetapi ketentuan tersebut tidak berlaku bagi anggota DPR yang tertangkap tangan saat melakukan tindak pidana, terlibat tindak pidana khusus dan pidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup

"Revisi UU MD3 ini tentunya menguntungkan anggota DPR RI," ujar Ujang kepada redaksi, Selasa (13/2).

Ujang menjelaskan revisi UU MD3 yang awalnya hanya membahas penambahan satu kursi pimpinan MPR dan DPR, justru merembet pada revisi pasal lainnya.

"Lalu yang lebih parah lagi ada pasal dimana DPR bisa memanggil paksa masyarakat dengan bantuan kepolisian. DPR ingin menjadi lembaga super body sepertinya," tambahnya.

Untuk diketahui, Ada 14 butir perubahan dalam revisi itu. Empat diantaranya begitu mencolok dan mengundang kontroversi yaitu soal penambahan kursi pimpinan MPR, DPR dan DPD; hak imunitas DPR; kewenangan untuk memanggil paksa; dan bisa memidanakan orang yang menghina DPR. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya