Berita

Agus Mulyono Herlambang/Net

Politik

PB PMII Minta Polisi Hukum Berat Pelaku Penyerangan Gereja di Jogja

MINGGU, 11 FEBRUARI 2018 | 22:46 WIB | LAPORAN:

PB PMII menyampaikan rasa belasungkawa, keprihatinan dan empati yang mendalam kepada jamaah gereja St. Lidwena, Bedog, Sleman, Yogyakarta.

Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya mengutuk dan mengecam keras terjadinya penyerangan oleh oknum yang tidak dikenal, pagi tadi (Minggu, 11/2).

"Di tengah situasi dan dinamika yang terjadi dewasa ini, kejadian semacam ini semestinya tidak perlu terjadi lagi karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab hal tersebut sangat menganggu toleransi (kehidupan antar umat beragama), semangat kebhinekaan dan kebebasan beragama," kata dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, sesaat tadi.


Agus menegaskan, guna mencegah terjadinya situasi yang tidak diinginkan, serta untuk menjaga kondusifitas kerukunan umat beragama, PB PMII mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apapun.

"Meminta kepada segenap kelompok, komunitas dan golongan dari agama apapun serta manapun untuk tetap menjaga semangat silaturahmi dan menjaga kondusifitas ditengah masyarakat," jelasnya.

Agus juga berharap pemerintah dapat hadir ditengah-tengah para jamaah korban penyerangan yang tengah dilanda luka dan traumatik yang luar biasa.

"Kepada aparat Polri untuk segera menuntaskan dengan cepat kasus tersebut dengan menangkap pelaku penyerangan serta menyelidiki motif yang melatarbelakangi penyerangan tersebut," sambungnya.

Polri, lanjut Agus, juga diharapkan bisa menghukum seberat-beratnya pelaku, apabila penyerangan tersebut terbukti bertujuan untuk merusak kehidupan toleransi dan kebhinekaan dinegara kita. Serta mengusut tuntas hingga ke akar akarnya apabila pelaku terkoneksi dengan jaringan teroris dan menjadi bagian dari skenario mereka.

"Meminta kepada para aktivis Medsos dari golongan dan kelompok manapun untuk menahan diri, tidak melakukan penafsiran-penafsiran kejadian di Media Sosial yang dapat berpotensi dan memicu perdebatan yang mengarah kepada perilaku saling memprovokasi serta menghujat ditengah masyarakat," harapnya.

"Meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga silaturahmi, kebhinekaan dan persatuan Nasional," demikian Agus. [sam]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya