Berita

Aldo Felix Januardy/net

Jaya Suprana

Ikut Prihatin Kepada Aldo

KAMIS, 08 FEBRUARI 2018 | 19:59 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MAS Aldo Felix Januardy yang budiman.

Melalui naskah yang dimuat atas budi baik redaksi RMOL ini saya ingin mengungkapkan rasa ikut prihatin atas penolakan Hakim Praperadilan dalam Sidang Gugatan Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 6 Februari 2018 terhadap gugatan Anda sebagai seorang pengacara publik LBH yang dikeroyok dan dipukuli polisi dan satpol PP saat membela warga dalam peristiwa penggusuran Bukit Duri yang pertama pada tanggal 12 Januari 2016.

Sepenuhnya saya dapat merasakan rasa prihatin Anda atas penolakan gugatan Anda tersebut sebab kebetulan saya juga hadir pada peristiwa penggusuran Bukit Duri yang ke dua pada tanggal 28 September 2016 namun saya lebih beruntung ketimbang  Anda dalam hal tidak dikeroyok dan dipukuli polisi dan satpol PP akibat memang saya tidak segagah-perwira serta pemberani seperti Anda dalam membela rakyat tergusur. Atau mungkin juga karena para polisi dan satpol PP berbelas kasihan kepada saya yang sudah tua bangka dan sakit-sakitan menjelang masuk liang kubur ini.


Alasan Penolakan

Sepenuhnya saya dapat mengerti bahwa sebagai seorang sarjana hukum, Anda dan rekan-rekan seperjuangan di LBH  sulit dapat menerima alasan penolakan gugatan Anda yaitu menghentikan penyidikan adalah kewenangan penyidik serta penyidik kepolisian dianggap sudah melakukan gelar perkara meski hanya di kalangan internal kepolisian saja padahal jelas ada bukti hasil visum et repertum, ada cukup banyak saksi mata dan ada bukti elektronik berupa video dan foto. Lebih dikuatirkan lagi, kasus penolakan ini bakal menjadi alasan pembenaran bagi pihak satpol PP dan kepolisian seakan boleh melakukan tindak kekerasan dalam peristiwa penggusuran paksa atau kasus-kasus konflik agraria lainnya. Tindak pidana di depan umum atau di tengah banyak orang dianggap tidak cukup alat bukti. Kemudian hakim praperadilan ternyata hanya peduli pada penjelasan pihak polisi, dengan alasan karena sudah ada pemeriksaan saksi dan gelar perkara internal kepolisian.

Gusti Allah Ora Sare

Namun besar harapan saya bahwa Anda berkenan meyadari bahwa musibah yang menimpa Anda memang merupakan cerminan realita keadilan di Tanah Air Udara kita tercinta di masa kini. Di masa kini membela wong cilik memang dianggap perilaku buruk bahkan kejahatan maka layak bahkan wajib untuk bukan saja dihujat namun bahkan dikeroyok dan dipukuli.

Di masa kini sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia memang masih sekedar semboyan politik yang masih belum terejawantahkan pada kenyataan.

Maka besar pula harapan saya bahwa Anda berkenan bersabar sebab  Gusti Allah ora sare, maka Gusti Allah Yang Maha Kasih pasti melihat ketulusan perjuangan Anda yang bukan saja berpihak namun benar-benar secara jiwa raga siap berkorban demi membela rakyat tergusur. Saya yakin apabila telah tiba saatnya maka pasti Tuhan Yang Maha Kasih akan menghadirkan Kebenaran dan Keadilan di persada Nusantara kita tercinta ini. 

Salam Hormat dari seorang pengagum perjuangan Anda membela wong cilik, Jaya Suprana.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya