Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Dorong Kemandirian, Dharma Wanita Persatuan Kemhan RI Gelar Pelatihan IT

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 08:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menggelar pelatihan penggunaan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kemandirian wanita di Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Pondok Labu, Jakarta Selatan awal pekan ini.

Turut hadir dalam pelatihan tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemhan RI Lia Hadiyan Sumintaatmadja dan Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kemhan RI Susi Wayan Midhio beserta Ketua Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemhan.

Lia, begitu dia biasa dipanggil, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa digelarnya sosialisasi dan pelatihan bertujuan agar anggota DWP Kemhan semakin terbiasa dalam mengggunakan basis IT.


Sosialisasi dan pelatihan ini juga dilaksanakan lantaran saat ini sistem laporan di Kementerian Pertahanan sudah menuju e-Reporting.

"Sehingga pelaporan kegiatan para Anggota Dharma Wanita Persatuan jadi lebih mudah dan terorganisir," imbuhnya seperti keterangan yang diterima redaksi.

Istri dari Sekjen Kemhan ini jugs menuturkan, para anggota DWP amat sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Anggota DWP Kemhan, kata Lia, sebenarnya berharap program tersebut sudah bisa diaplikasikan.

"Para anggota Dharma Wanita Persatuan sebenarnya sudah disiapkan agar bisa langsung meng-entry data di aplikasi tersebut. Namun, mereka tetap merasa perlu penyamaan persepsi dan format," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) Marsma TNI, Yusuf Jauhari, M.Eng, dalam sambutannya mengapresiasi pelatihan dan sosialisasi yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan Kemhan.

Yusuf, sapaanya, menilai pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pusdatin Kemhan memberikan dampak positif.

"Salah satunya, agar para anggota DWP Kemhan membiasakan diri untuk menggunakan teknologi dan bisa disiplin waktu," tegasnya di hadapan 48 anggota DWP Kemhan yang hadir. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya