Berita

Foto/Net

Politik

Pimpinan UI Sesalkan Interupsi "Kartu Kuning" Ke Presiden Jokowi

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 14:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pimpinan Universitas Indonesia (UI) menyayangkan aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Zaadit Taqwa yang meniup pluit dan mengacung simbol kartu kuning di hadapn Presiden RI Joko Widodo.

"Kami sangat menyayangkan mahasiswa tersebut memilih cara penyampaian aspirasi seperti itu, padahal sudah diagendakan pertemuan langsung untuk menyampaikan aspirasi pada Presiden RI," terang pimpinan UI dalam keterangan resmi Humas Dan Protokol UI, Senin (5/2).

Pada Jumat lalu (2/2), UI menyelenggarakan Dies Natalis ke-68. Acara tersebut dihadiri oleh para gurubesar, senat akademik, pimpinan, dosen, dan mahasiswa, serta undangan termasuk Presiden dan para menteri Kabinet Kerja.


Jokowi sapaan akrab Kepala Negara memberikan orasinya di hadapan sivitas akademika UI sekaligus meresmikan Forum Kebangsaan UI. Pelaksanaan perayaan Dies Natalis berlangsung baik dan khidmat, namun di akhir acara terjadi interupsi dari Zaadit Taqwa yang menyampaikan aspirasinya dengan melakukan aksi simbolik meniupkan pluit dan mengangkat buku kuning.

"Kami juga sangat menyesaIkan peristiwa interupsi dilakukan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis yang seharusnya dihormati dan dijaga kekhidmatannya. Atas kejadian di atas, pimpinan UI menyampaikan permohonan maaf kepada sivitas akademika serta para undangan yang hadir termasuk Bapak Presiden RI," lanjut rilis itu.

Sikap kritis mahasiswa sudah sewajarya dibangun, karena mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Penyampaian saran, kritik dan solusi konkrit semestinya harus memperhatikan berbagai kondisi, seperti waktu, tempat, dan situasi yang terjadi. Kami berharap dapat diutarakan dengan cara yang baik, dan tetap menghormati aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

"Dengan latar belakang itu semua, kami akan mengingatkan pada mahasiswa kami untuk dapat menyampaikan pandangannya yang bersifat kritis dan konstruktif, dalam suatu kerangka yang memperhatikan peraturan dan tata tertib yang berlaku," ingat pimpinan UI.

Sudah merupakan kewajiban universitas untuk menghasilkan intelektual-intelektual muda yang mampu menjadi pemimpin yang baik dalam memberikan kontribusi pada negara yang kita cintai bersama ini. Karenanya, pimpinan UI mohon semua pihak memiliki kearifan seperti yang ditunjukan oleh Presiden Jokowi sendiri, yaitu untuk melihat peristiwa ini sebagai sebuah pengalaman dan pembelajaran bagi mahasiswa tersebut pada khususnya, dan mahasiswa UI pada umumnya, serta seluruh komponen bangsa.

"Pada akhimya kami ingin mengingatkan kembali pada semua pihak bahwa perayaan dies natalis UI adalah sebuah manifestasi rasa bersyukur UI yang telah berkiprah selama 169 tahun dalam mengabdi pada bangsa dan selama 68 tahun dengan kehormatan menyandang nama bangsa dan negara yang kita cintai ini. Bagi sivitas akademika dan alumni UI dimanapun berada, kehormatan yang diberikan pada kita semua melalui nama Universitas Indonesia adalah sebuah nasihat berkelanjutan bagi kita untuk selalu berkontribusi bagi negeri yang kita cintai bersama ini, karena UI hadir untuk Indonesia," demikian pimpinan UI. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya