Berita

RMOL

Politik

Cegah Konflik Sara, Pemuda Muhammadiyah Gelar Workshop Perdamaian

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 14:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Konflik berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (sara) merupakan tantangan nyata yang berpotensi muncul dalam tahun politik. Potensi konflik merupakan implikasi dari perbedaan paham dan pemikiran keagamaan maupun pilihan politik yang terjadi di masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Hal itu diperparah dengan media sosial yang dipenuhi ujaran kebencian dan informasi hoax yang membuat masyarakat mudah terprovokasi dan terbelah.

Atas alasan itu, Pemuda Muhammadiyah Tangerang Selatan menggelar Workshop bertajuk Menumbuhkan Nilai-nilai Perdamaian dan Anti Kekerasan di Era Digital.


Ketua Panitia Workshop Fahmi Syahirul Alim menjelaskan bahwa acara ini merupakan ikhtiar dari Pemuda Muhammadiyah Tangsel dalam mencegah konflik sara.

"Semua potensi konflik harus dipetakan untuk kemudian diantisipasi. Kami sebagai angkatan muda Muhammadiyah harus tampil sebagai pionir dalam isu-isu perdamaian, terutama di Tangsel yang penduduknya sangat heterogen. Apalagi Tangsel adalah kota satelit Jakarta," jelasnya, Senin (5/2).

Menurut Fahmi yang juga wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Tangsel mengatakan, lebih dari 50 peserta hadir dalam workshop yang digelar pada 2-4 Februari 2018 di Wisma Puspiptek, Serpong. Mereka berasal dari angkatan muda Muhammadiyah dan sejumlah guru di Tangsel.

Adapun, pemateri diisi sejumlah pejabat pemerintahan, seperti Staf Khusus Mendikbud Alpha Amirracahman, Tenaga  Ahli Utama Kantor Urusan Presiden Abdul Rohim Gazali, dan Ketua Asosiasi Guru Agama Islam Tangsel Tajudin.

Dalam pemaparannya, Abdul Rohim Gazali yang juga Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah menerangkan bahwa politik bukan urusan tentang benar atau salah yang perlu diperjuangkan dengan konflik dan kekerasan,

"Tapi hanya persoalan kepentingan. Politik itu ranahnya muamalah, bukan akidah,” jelas Rohim saat memaparkan materi bertajuk Kondisi Perpolitikan Indonesia Saat Ini.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Tangsel Zaki berharap acara ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian di Tangsel. Dia berharap para peserta bisa mengamalkan materi workshop di kehidupan sehari-hari dan menularkannya kepada warga sekitar rumahnya.

"Program yang diinisiasi Bidang Kajian Islam dan Dakwah Pemuda Muhammadiyah Tangsel ini merupakan program yang sangat baik, dan merupakan wujud kontribusi nyata untuk perdamaian Kota Tangsel. Semoga para peserta workshop bisa jadi agen-agen perdamaian di daerahnya masing-masing," tutup Zaki. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya