Berita

Lobster/Net

Global

Inggris Segera Larang Lobster Dan Kepiting Direbus Hidup-hidup

KAMIS, 01 FEBRUARI 2018 | 14:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekretaris Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan Inggris Michael Gove pada hari Rabu (31/1) memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan melarang lobster dan kepiting direbus hidup-hidup.

Langkah ini diambil setelah sekelompok selebriti, akademisi, pakar hewan dan juru kampanye di Inggris mendukung kelompok kampanye "Crustacean Compassion" menulis surat kepada Gove menuntut agar dia mengkategorikan krustasea seperti lobster dan kepiting sebagai organisme hidup dalam undnag-undang kesejahteraan hewan baru.

Dengan memberi status tersebut pad ahewan-hewan tersebut dalam aturan maka akan membuahkan perlindungan pada krustasea. Kampanye ini juga didukung oleh tokoh-tokoh terkemuka di British Veterinary Association dan badan amal amal RSPCA. Kelompok kampanye mengatakan telah mendapat dukungan dari para ilmuwan, pengacara, komedian, aktor dan pakar satwa liar terkemuka.


"Sangat tidak mungkin merebus hewan hidup-hidup, untuk memotongnya hidup-hidup. Semua bukti saat ini menunjuk pada gagasan bahwa mereka mampu mengalami rasa sakit," kata Maisie Tomlinson, juru bicara dari kelompok kampanye Crustacean Compassion seperti dimuat Xinhua.

Lebih dari 23.000 orang telah menandatangani petisi untuk mendukung perubahan undang-undang tersebut.

Dalam surat mereka kepada Gove, kelompok kampanye tersebut mengatakan: bahwa mengingat praktik ekstrem yang dialami hewan jenis udang-udangan tersebut, maka pemerintah diminta untuk memasukkan krustasea decapods di bawah definisi 'hewan' dalam RUU Kesejahteraan Hewan dan dalam Undang-Undang Kesejahteraan Hewan 2006.

"Di Inggris, decapods berada di luar definisi hukum 'hewan' dalam Animal Welfare Act 2006, dan saat ini tidak ada persyaratan legal untuk pengolah makanan, supermarket atau restoran untuk mempertimbangkan kesejahteraan mereka selama penyimpanan, penanganan atau membunuh," sambung surat tersebut.

Pemerintah Inggris saat ini sedang melakukan konsultasi publik mengenai RUU Kesejahteraan Hewan yang baru.

Seorang juru bicara Departemen Lingkungan Hidup, Pangan dan Urusan Pedesaan mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen terhadap standar tertinggi untuk kesejahteraan hewan.

"Kami akan menjadikan Inggris sebagai pemimpin dunia dalam perawatan dan perlindungan hewan saat kami meninggalkan Uni Eropa. Kami saat ini sedang berkonsultasi dengan RUU dan akan mempertimbangkan tanggapan saat membawa RUU ke depan," sambungnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya