Berita

Foto/Net

Bisnis

INKA Bidik Pasar Ekspor Ke Sri Lanka Hingga Afrika

Lebarkan Sayap Bisnis
RABU, 31 JANUARI 2018 | 11:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Industri Kereta Api/INKA (Persero) tengah mengincar pasar ekspor ke beberapa negara Asia seperti Sri Lanka hingga Afrika tahun ini. Saat ini, peru­sahaan tengah berkomunikasi dengan Sri Lanka untuk meme­san kereta buatan perseroan.

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan, Sri Lanka berencana membeli 200 kereta dari INKA. Apalagi, dengan adanya kunjungan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, diharapkan dapat mendorong kerja sama pemesanan kereta tersebut. "Kira-kira 200 kereta, gerbong Rp 800 miliar ki­ra-kira," tutur Budi, di Jakarta.

Hanya saja, Sri Lanka diketahui masih mengalami kendala soal pembiayaan. "Jadi mereka teknis oke, cuma nggak punya uang. Kita yang bawa Bank Exim ke sana pakai buyer kredit. Tinggal ada deal saja mereka. Kemarin sudah deal, cuma bagaimana kita itu nanti bayarnya," terangnya.


Selain mengincar pasar ekspor ke Sri Lanka, perseroan juga berencana masuk ke Thailand. Ia mengakui, saat ini tengah masuk ke tahap proses lelang. "Thai­land juga mau lelang, lokomotif 150,"  katanya.

Tidak cukup sampai di situ, pihaknya terus melebarkan sayap bisnisnya hingga ke Afrika, yakni ke Zambia untuk pem­buatan sebanyak 30 unit loko­motif. "Di Zambia ini ada 30 lokomotif. Kita lagi nego dengan Bombardier," katanya.

Ia menambahkan, rencana ek­spansi lainnya yakni bakal kem­bali menjual kereta ke Filipina. Sebab, sebelumnya, perseroan telah meneken kontrak untuk dua trainset. "Yang sudah kon­trak Filipina, yang sedang proses tender Filipina juga, sama Sri Lanka," imbuhnya.

Senior Manager Humas INKA, M Choliq mengatakan, dengan banyaknya pemesanan kereta baik dari pasar domestik maupun pasar ekspor, pihaknya menargetkan penjualan tahun ini naik 27 persen dibanding capa­ian pendapatan di Tahun 2017 yang sebesar Rp 2,6 triliun.

"Di tahun 2018 ini kami target­kan sales sekitar Rp 3,3 triliun," katanya melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka.

Ia menerangkan, target terse­but berkat adanya proyek pengadaan 31 rangkaian kereta api LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi) dengan nilai dikisaran Rp 4 triliun.

Hal ini juga berkat adanya pesanan ekspor INKA yang terus meluas. Salah satunya, dengan diperolehnya kontrak pembelian Kereta Rel Diesel (KRD) dengan Philippine National Railways (PNR). Kontrak itu senilai 485 juta peso atau Rp 127,3 miliar.

Pesan 60 Gerbong


Sebelumnya, Presiden RI Jokowi memang melakukan kunjungan kenegaraan ke Colombo, Sri Lan­ka. Dalam kunjungan tersebut, disepakati bahwa Sri Lanka kembali memesan sebanyak 60 gerbong kereta api buatan Indonesia yang akan dikerjakan PT INKA.

"Tim teknis akan membahas pengadaan gerbong kereta tersebut sehingga dapat terwujud," ujarnya, dikutip dari keterangan Biro Pers Istana Presiden, Kamis (25/1).

Jokowi menjelaskan, Indone­sia memang memiliki keingi­nan untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka. Hal lain yang sudah dijajaki yakni termasuk pem­bangunan jalan layang yang menghubungkan jembatan New Kelani Bridge-Rajagiriya.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe men­dukung keinginan Indonesia melalui rencana pelaksanaan mekanisme Public Private Part­nership (PPP) mengingat ter­batasnya anggaran negara itu.

Selain itu, ada juga rencana kerja sama di bidang maritim yang akan dilaksanakan dalam kerangka kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam IORA (Indian Ocean Rim Association).

Dalam kunjungan ke Srilanka, turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana, Menteri Koordinator bidang Perekonomi­an Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordi­nator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka I Gusti Ngurah Ardiyasa, Kepala BNN Komjen Budi Waseso dan Kepala BNPP (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya