Berita

McCabe/BBC

Dunia

Diisukan Ada Tekanan Dari Trump, Pejabat Top FBI Ini Mundur

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 07:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Deputi direktur Biro Investigasi Federal (FBI), Andrew McCabe resmi mengundurkan diri dari jabatannya awal pekan ini.

Dia berulang kali dituduh oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki bias politik.

BBC memuat bahwa McCabe terpaksa mundur lebih cepat dari jabatannya menelang tanggal pensiun resminya 18 Maret mendatang. Sejumlah media internasional melaporkan bahwa Trump menginginkan dia mundur dan juga ada laporan seoal tekanan untuk mengundurkan diri dari Direktur FBI Christopher Wray menjelang laporan badan internal.


Namun demikian, Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan bahwa keputusannya tersebut tidak dibuat oleh Gedung Putih.

"Presiden bukan bagian dari proses pengambilan keputusan ini," tambahnya.

McCabe sendiri diketahui sempat sebentar menjadi direktur FBI pada Mei lalu setelah Trump memecat pendahulunya, James Comey. Comey sendiri adalah sosok yang telah mengawasi penyelidikan biro tersebut mengenai tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Trump pun kemudia menunjuk Christopher Wray sebagai direktur FBI yang baru, dan McCabe kembali menjadi deputi.

Pekan lalu, surat kabar Washington Post mengabarkan bahwa Wray baru-baru ini mengancam untuk mengundurkan diri setelah mendapat tekanan dari Jaksa Agung Jeff Sessions untuk memecat McCabe.

Sedangkan New York Times mengabarkan bahwa dia dilaporkan telah menyatakan ketertarikannya untuk memindahkan McCabe ke pekerjaan lain, yang akan menjadi penurunan pangkat, menjelang laporan inspektur jenderal yang akan datang mengenai pemilihan 2016.

CBS News kemudian melaporkan bahwa komunikasi internal yang ditulis oleh Wray menunjukkan kepergian awal McCabe dari jabatannya adalah hasil penyelidikan inspektur jenderal yang akan datang yang menyimpulkan bahwa FBI harus tampil dengan standar tertinggi. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya