Berita

Sudirman Said/Net

Politik

Gubernurnya Wong Kere

SENIN, 29 JANUARI 2018 | 12:18 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MAHATMA Gandhi berkata, "Kemiskinan adalah bentuk terburuk dari kekerasan".

Laporan Asian Development Bank tahun 2015 menyatakan dari 255.46 juta penduduk Indonesia, 47.2 persen hidup di bawah garis kemiskinan.

Ada 4,4 juta orang miskin di Jawa Tengah. Setiap kali bicara soal Brebes, Sudirman Said selalu sedih. Brebes disebut-sebut kebupaten termiskin setelah Wonosobo dan Kebumen.


Di Brebes, Sudirman Said dilahirkan dan dibesarkan. Sejak kecil dia sudah ditinggal pergi ayah. Jadi anak yatim. Hidup dalam kemiskinan. Jadi anak ngenger saat study. Tidur di kolong dipan, tanpa kasur.

Berbeda dengan Ganjar Pranowo ketika kuliah. Orang tuanya rutin mengirim uang. Sehingga dia bisa nabung untuk beli kaset musik Rock N Roll dan Heavy Metal.

Sudirman Said melihat ibunya bersusah payah memberi makan enam anak. Sampai harus menggadaikan dandang tembaga. Menjahit, menyiang padi, tanam bawang, sampai 'kurung' beberapa bulan ke daerah Patrol dan Haurgeulis menjadi buruh tani. Demi bisa makan nasi jagung.

Ibunya pernah berpesan begini: "Kowen kabeh kudu sekolah. Emakmu wong melarat jeprat, ning aja nganti uripmu pada sengsara kaya kuli panggul kae".

Hanya miracle, bikin Sudirman Said bisa kuliah. Karena cerdas, dia dapet beasiswa dari STAN. Lalu melanjutkan study di George Washington University.

Sudirman Said mengenal kemiskinan. Ngerti betul rasanya. Tidak heran bila dia ingin jadi gubernurnya orang miskin. Supaya dia bisa men-sugih-kan para petani, buruh, nelayan dan kuli-kuli panggul.

Mungkin, Sudirman Said mengadopsi pesan Nelson Mandela yang bilang, "As long as poverty, injustice and gross inequality persist in our world, none of us can truly rest"._ Jelas, Sudirman Said belum bisa beristirahat dengan tenang.

Kepada Sudirman Said, KH. Munif Zuhri berpesan, "Mengurus Jateng, yang terpenting adalah menata hatinya. Setelah itu, buat mereka cukup makan dan merasakan keadilan".

Para pembenci menuding Sudirman Said jualan orang miskin.

Padahal, kemiskinan adalah fakta. Bukan barang dagangan politik. Ganjar Pranowo sendiri nyatakan diri gagal berantas kemiskinan.

Demi menumbangkan Sudirman Said, para pembenci itu menyatakan, "tidak ada orang miskin". Wong kere semakin teralienasi. Mereka tidak diinginkan. They are unwanted. Pembela orang miskin malah dibully.

"Loneliness and the feeling of being unwanted is the most terrible poverty," kata Mother Teresa.

Ada lagi Ahoker mencibir, "Kalau gubernurnya orang miskin, lalu siapa dong gubernurnya orang kaya?"

Lah, kan sudah ada Ahok dan Ganjar Pranowo yang pro pabrik semen. [***]

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghua Anti Korupsi (Komtak)

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya