Berita

KH Achmad Mustofa Bisri/net

Jaya Suprana

Penghargaan Yap Thiam Hien Untuk Gus Mus

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 06:38 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

24 JANUARI 2018, penghargaan YAP THIAM HIEN dianugerahkan kepada KH Achmad Mustofa Bisri.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang akrab disapa Gus Mus itu merupakan kiai pertama yang mendapat penghargaan tersebut .

Gus Mus dinilai sebagai figur ulama yang memiliki perhatian besar terhadap perjuangan dan penegakan nilai-nilai HAM dengan keteguhan dalam membangun moralitas kemanusiaan di tengah keberagamaan. Gus Mus dikenal sebagai tokoh berpengaruh, khususnya di lingkungan NU.


Alumni Universitas Al Azhar Kairo, Mesir itu lahir di Rembang, Jawa Timur, 10 Agustus 1944. Gus Mus dibesarkan dalam keluarga yang patriotis, cendekia serta progresif.   

Gus Mus bersama saudara-saudaranya mengasuh pondok pesantren Roudlatuh Tholibin. Pesantren Taman Pelajar Islam itu didirikan ayahnya, KH Bisri Mustofa.
Sejak muda Gus Mus aktif berorganisasi. Semasa kuliah di Al Azhar kairo, bersama KH Syukri Zarkasi (sekarang Pengasuh Ponpes Modern Gontor Ponorogo, Jawa Timur), Gus Mus menjadi pengurus Himpunan Pemuda dan Pelajar Indonesia (HIPPI). Di HIPPI pula Gus Mus pernah mengelola majalah organisasi HIPPI berdua dengan KH. Abdurrahaman Wahid alias Gus Dur.

Pro Kontra

Wajar di alam demokrasi apabila anugerah bagi Gus Mus disambut secara positif namun ada pula yang negatif. Jangankan penghargaan Yap Thiam Hien sementara penghargaan Nobel juga disambut secara pro  kontra seperti anugerah Nobel untuk Aung San Syu Ki, Barack Obama, Alexander Sochenitzyn , Boris Pasternak, atau Bertrand Russel.

Sambutan negatif lazimnya datang dari para pihak yang berseberangan dengan pihak penerima anugerah. Ketika MURI memberikan anugerah kepada PDI-P atas kepeloporan kontrak politik dengan para kader yang menjadi anggota DPR memperoleh tanggapan negatif dari para lawan politik PDI-P. Ketika MURI memberikan penghargaan kepada Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pertama yang meluncurkan album rekaman karya-karya diri sendiri disambut cemooh oleh pihak oposisi kepresidenan SBY.  20 negara termasuk Republik Rakyat China memboikot anugerah Nobel bagi Liu Xiaobo .

Setuju

Saya pribadi mengenal kepribadian budi pekerti Gus Mus sejak kerap kali berjumpa di Istana Negara ketika Gus Dur menjadi presiden IV Republik Indonesia . Saya mengagumi puisi Gus Mus sebagai makahakarya kebudayaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Setelah Gus Dur dan Cak Nur almarhum, saya menganggap Gus Mus sebagai mahaguru dalam upaya saya mempelajari Islam. Adalah suatu kebanggaan dan kehormatan besar bagi diri saya bahwa saya memperoleh kesempatan dengan pianoforte mengiringi Gus Mus baca puisi menyambut HUT MURI di Gedung Kesenian Jakarta pada Januari 2016.

Saya menyebut Gus Mus merusak pasaran ketika di tengah kemelut perebutan kekuasaan di Tanah Air Udara tercinta ini, Gus Mus dengan kebesaran jiwanya secara tegas menolak permintaan masyarakat untuk menjadi Ketua PB NU .

Maka dari lubuk sanubari terdalam saya menyatakan bahwa diri saya sepenuhnya setuju terhadap anugerah penghargaan Yap Thiam Hien kepada Gus Mus.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya