Berita

Hukum

BNN: 80 Persen Pasokan Narkoba Masuk Lewat Laut

JUMAT, 26 JANUARI 2018 | 14:35 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengantongi data yang menunjukkan sekitar 80 persen pasokan narkotik dan obat terlarang masuk melalui jalur laut.

"Narkoba yang masuk ke Indonesia banyak diselundupkan melalui jalur laut, 80 persen dari jalur laut," kata Deputi Penindakan BNN, Irjen Pol Arman Depari, saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (26/1).

Fenomena ini, kata Arman, bukan hanya diakui Indonesia tetapi juga diakui oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC)


"Juga merilis bahwa transportasi penyalahgunaan narkoba, pengiriman dari tempat produksi ke pasar itu 80 persen lewat laut," jelas Arman.

Hal ini juga terkait dengan fakta bahwa penyelundupan narkoba sangat marak di antara Indonesia dengan Malaysia. Pasalnya, pantai timur Sumatera bisa ditempuh dalam waktu tiga jam dari Malaysia.

"Bahkan ada yang dekat, hanya satu jam sampai di Indonesia. Kerawanannya pantai kita ini banyak yang terbuka, tidak ada pengawasan. Bukan hanya kurang, tapi tidak ada pengawasan," tekan dia.
 
Jalur pantai timur yang dianggap rawan yaitu dari ujung Sabang sampai ke Langsa, Lhokseumawe, Belawan, Tanjung Balai sampai ke Lampung.

Belum lagi, banyak terjadi transaksi di tengah Selat Malaka yang dilakukan dengan cara pemindahan barang dari kapal ke kapal.

"Jika sindikat Malaysia masih memegang barang itu, berarti tanggung jawab dari sindikat Malaysia ke titik pertemuan. Begitu berpindah, diserahkan ke sindikat Indonesia. Itu berarti sudah tanggung jawab sindikat Indonesia dibawa ke Indonesia," ungkap Arman.

Karena itu, dia berharap berbagai institusi lain seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakamla), Angkatan Laut, Pol Airud dan Bea Cukai, membantu BNN dalam mencegah dan menindak penyelundupan narkoba.

"Kami harapkan bisa bersinergi, jangan dilihat hanya kerja BNN. Narkotika ini seharusnya jadi tanggung jawab kita bersama," demikian Arman. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya