Berita

Hukum

Penembak Kader Gerindra Ternyata Bekas Ajudan Irjen Murad Ismail

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 18:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Brigadir Satu (Briptu) Ahmad Ridho diketahui pernah bertugas sebagai ajudan Irjen Murad Ismail sewaktu menjabat Kepala Korps Brimob Mabes Polri.

"Saya gak tau sekarang, dulu iya. Ajudan pada saat pak Murad jadi Kakor (Kepala Korps Brimob)," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Senin (22/1).

Ahmad Rodho merupakan pelaku penembakan kader Partai Gerindra, Fernando Alan Joshua Wowor, di tempat parkiran hiburan malam di parkiran Lipps Club Bogor, Jalan Sukasari, Sabtu (20/1) dini hari.


Kendati demikian, Setyo berharap jangan dikaitkan kasus ini dalam ranah politik dimana Irjen Murad Ismail diketahui menjadi salah satu Calon Gubernur Maluku.

"Tidak ada kaitannya apapun tiba tiba saling tidak tahu. Tidak ada kaitannya dengan partai dan institusi Polri. Jangan dibawa-bawa. Ini murni kejadian biasa," tegas Setyo.

Setyo enggan menjelaskan mengapa Briptu Ridho yang saat itu diduga bersama sang kekasih berada di club malam tersebut, apakah dalam rangka penugasan atau tidak karena hal ini adalah subtansi dari penyidikan.

"Subtansi. Itu kan masuk penyidikan. Saya gak bisa jawab," terang Setyo.

Saat ini, lanjut Setyo Mabes Polri masih terus mendalami soal ditembaknya kader Gerindra Fernando Wowor oleh anggota Brimob di Lipps Club Bogor, Sabtu (20/1) lalu.

"Tentunya kita melihat kronologis yang sejelas jelasnya bukan kronologis versi A dan versi B," ujarnya.

Artinya, lanjut Setyo dengan mendalami kronologis secara independen Polri berharap dapat melihat siapa yang berbuat sehingga terjadinya penembakan dan siapa yang memulai atau menjadi pemicu pertengkaran tersebut.  

"Saya tidak mengatakan si A dan si B. Tapi secara umum saya katakan Polisi menyidik lihat kronologi dulu. Prosedurnya seperti itu," jelas Setyo.

Kendati demikian, Setyo tak bisa menguraikan teknis penyidikan karena hal tersebut merupakan kewenangan dari penyidik.

"Apalagi subtansinya, saya tidak akan sampaikan tapi ingin saya sampaikan sementara sedang diproses kasus posisinya seperti apa. Saksi semua diminta keterangan, si A, B dan C melihat ini. Karena malam itu banyak orang," pungkas Setyo.[dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya