Berita

Anies/net

Politik

Seratus Hari Pertama Anies

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 17:42 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

TANGGAL 24 Juli 1933, istilah "100 hari pertama" diciptakan Presiden Amerika ke-32 Franklin D. Roosevelt. Since then, 100 hari pertama dinilai sebagai benchmark memprediksi kesuksesan seorang presiden, gubernur dan walikota.

Haters mulai kasak kusuk. Rencana hitam dibuat. Mereka ingin hantam Anies-Sandi dengan frame 100 hari pertama kinerja Gubernur DKI. Polling-polling digelar. Caci maki didrafting.

Sebelum virus katak ini membesar jadi kanker, ada baiknya diintersepsi dengan fakta.


Bila 100 hari pertama bisa jadi parameter dan indikator masa depan, maka Anies-Sandi diprediksi bakal menjadi pemimpin Jakarta paling sukses sepanjang masa.

Trademark "Pembela Wong Cilik" pindah ke Anies. Bikin Gembong Warsono panik.

Anies ngga roboh dihatam word-play "pribumi". Merinding pun kaga. Anies malah menutup praktek Alexis. Tanpa pake kekerasan. Halus. Based on regulasi. Cerdas. Satu per satu janji kampanye dipenuhi. Luar biasa.

Anies mengubah landscape Jakarta sebagai enclave banjir. Sekarang, Jakarta ngga terendam air sekali pun digempur hujan deras. Beda dengan zaman Ahok, hujan sebentar, Jakarta jadi kolam raksasa.

Halte busway dihijaukan. Penuh bunga. Merah, kuning, purple di sela dedaunan. Indah. Pedestarian sekitar Danau Sunter sekarang asri. Cocok dijadikan tempat nyantai sore hari.

Tolak reklamasi adalah simbol Anies berpihak ke rakyat kecil. Raperda Reklamasi ditarik. Makelar mutung. Anies melayangkan nota supaya Menteri Sofyan Djalil membatalkan HGB Pulau Reklamasi. Alasannya banyak cacat prosedur. HGB keluar tanpa payung perda dan zonasi.

Nyali Anies semakin tampak saat polemik TGUPP digoreng. Mendagri Tjahjo Kumolo ikut-ikutan memanaskan situasi. Menunggangi opini buzzer. Naas, Anies ngga bergeming. Dia bilang, "Mendagri aneh". Akhirnya, Haters kecewa setelah Tjahjo Kumolo setuju dan mendukung Anies bentuk TGUPP.

Skandal korupsi Sumber Waras dan Cengkareng Barat diperiksa kembali. Sandi tekan Yayasan Sumber Waras kembalikan kerugian Pemda. Aktifis Anti Korupsi sontak ada di belakang Sandi. Publik berharap, pembatalan jual-beli lahan Sumber Waras tidak menghilangkan delik pidananya. Ngga masuk ranah perdata.

Serangan demi serangan datang bertubi-tubi. Ratusan fitnah. Dasarnya benci dan sakit jiwa. Ironis, tak satu pun berhasil menjatuhkan Anies-Sandi. Semuanya patah. Mentah. Kadang, jadi bumerang. Misalnya harga satuan AC dan biaya bunuh kecoa. Ternyata itu ditetapkan Jarot. "Sudah dikunci," katanya.

Karena landasannya benci, fitnah, hoax, dan framing games, Haters jadi Go-Block.

Haters hanya bisa olok-olok dan ngayal. Sandi dibully dengan lipgloss dan senam. Serangannya tidak substantif. Orang cerdas lebih hormat kepada Sandi saat dia tolak beras import.

Haters kejet-kejet saat program Rumah DP 0 rupiah dirilis di Kelapa Village. Seorang hater dongo pongah berkata, "iris kuping bila program ini bisa direalisasi". Nyatanya program ini disupport belasan developer property. Februari, groundbreaking kedua akan dilakukan di Rorotan.

Demi rakyat kecil, Anies ngga ragu berlawan arus. Becak diizinkan beroperasi di trayek-trayek khusus. Anies dukung keputusan MA membatalkan Pergub Ahok melarang motor di Jl. Sudirman, Thamrin, Medan Merdeka. Secepat kilat, Anies sediakan jalur khusus motor. Dicat dengan rapi.

Anies buka Monas bagi umat semua agama. Balai Kota dirapikan dengan tirai. Ranjang gubernur ditiadakan. Pengaduan masyarakat ditambah di 4 lokasi: doorstop, kelurahan, kecamatan dan rumah dinas. Policy PKL Tanah Abang kurangi kesemerawutan.

Anies tanggap pengaduan. Langsung gerak. In silence. Ngga pake piala citra.

Ada teman mengadu soal kusutnya kabel listrik di Kali Besar Selatan. Kabel-kabel bergelut mirip mie instant. Doyong ke bawah. Rendah mengenai busway. Berbahaya sekali.

Hanya dalam waktu sehari, Anies langsung rapihkan. Seolah dia ngga pernah tidur. Minggu (21/1), dia inspeksi jembatan gantung di Srengseng. Jembatan ini horor sekali. Mirip scenery film Indiana Jones. Anies janji akan bangun jembatan baru yang aman di situ.

Masih banyak PR di Jakarta. Jalanan masih berlubang. Jajaran Pemda belum steril dari infiltrasi loyalis zaman jahiliyah. The devided society akibat permainan gubernur lama masih butuh digarap. Anies, Don't Stop!! [***]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya