Berita

Global

Satu Warga Gaza Dibunuh Keluarga Karena Jadi Informan Israel

SABTU, 20 JANUARI 2018 | 10:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah keluarga di Gaza membunuh salah satu anggota keluarganya sendiri karena diduga menjadi informan untuk Israel yang menyebabkan tiga militan Hamas tewas.

Dimuat The Guardian merujuk pada sumber lokal, saksi mata mengatakan bahwa seorang pria bernama Barhoum ditembak mati di daerah terbuka Rafah di Gaza selatan sesaat setelah diketahui memberikan informasi kepada Israel.

"Kami melakukan hukuman terhadap putra kami Ahmad Said Barhoum setelah diyakinkan tanpa keraguan bahwa dia terlibat dalam pembunuhan (militan)," kata pihak keluarga dalam sebuah pernyataan.


Hamas menyebut bahwa ini adalah eksekusi kejahatan.

Penembakan tersebut dihadiri oleh anggota keluarga dari tiga militan Hamas yang tewas dalam serangan udara Israel dalam perang Gaza 2014 dengan Israel.

Salah satu dari tiga terbunuh adalah Mohammad Barhoum, sepupu Ahmad Said Barhoum yang menjadi informan Hamas.

Menurut Pusat Hak Asasi Manusia Palestina, Hamas telah bertanggung jawab atas hukuman mati lebih dari 20 kali dan mengutuk kematian lebih dari 100 lainnya sejak menguasai Gaza pada tahun 2007. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya