Berita

Ilustrasi/Net

Global

Saudi Siap Suntikkan 2 Miliar Dolar AS Demi Topang Mata Uang Yaman

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 11:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Arab Saudi bersiap memberikan suntikan dana sebesar 2 miliar dolar AS di bank sentral Yaman untuk menopang mata uang depresiasi negara yang dilanda perang tersebut.

Dimuat Al Jazeera
pekan ini, keputusan itu datang setelah Perdana Menteri Yaman meminta bantuan Riyadh.

Suntikan dana 2 miliar dolar AS yang pertama kali dijanjian pemerintah Saudi November lalu. Dana itu nantinya akan disimpan di bank sentral Yaman (CBY) sesuai dengan keputusan kerajaan.


"Karena nilai riyal (Yaman) naik, kondisi kehidupan warga Yaman akan berubah menjadi lebih baik," begitu pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Saudi.

Tidak jelas kapan suntikan dana itu akan diberikan.

Diketahui bahwa selama hampir tiga tahun, sebuah koalisi pimpinan Saudi telah memulai sebuah kampanye pengeboman di Yaman dengan tujuan mencabut pemberontak Houthi yang mengendalikan ibu kota dan sebagian besar wilayah utara dan memulihkan kekuasaan pemerintah yang diakui secara internasional dari Presiden Abd-Rabbu Mansour yang diasingkan. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya